Politikus PDIP soal Isu Manuver Gibran ke Prabowo: Ujian Buat Jokowi & Keluarga

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi putranya Gibran Rakabuming (kanan) menyalami warga di depan Istana Negara, Jakarta, Minggu (20/10).  Foto: ANTARA FOTO/Rachman
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi putranya Gibran Rakabuming (kanan) menyalami warga di depan Istana Negara, Jakarta, Minggu (20/10). Foto: ANTARA FOTO/Rachman

Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, menjadi salah satu kandidat kuat cawapres Prabowo Subianto apabila Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan terkait syarat usai capres-cawapres besok, Senin (16/10).

Gibran dapat menjadi cawapres apabila MK memutuskan syarat minimum usia capres-cawapres berusia minimal 35 tahun, dan/atau mengabulkan permohonan soal frasa pernah menjadi kepala daerah.

Politikus PDIP Deddy Sitorus menilai momen keputusan MK akan menjadi ujian bagi keluarga Jokowi. Sebab jika Gibran maju sebagai cawapres Prabowo, maka Jokowi dan keluarga akan dinilai tak loyal terhadap PDIP.

"Ini ujian ke Pak Jokowi dan keluarganya, apa memang bisa menunjukkan panutan, bisa megang teguh nilai dan budi pekerti luhur, atau terjatuh dalam pilihan pragmatis. Kami sih berharap Pak Jokowi teguh memegang nilai yang kita pegang, anut, bagaimana selayaknya politisi, pemimpin, bersikap," kata Deddy di media center TPN Ganjar Presiden, Menteng, Minggu (15/10).

"Itu yang kita akan lihat. Sulit bayangkan logika selama dua kontestasi, walaupun akhirnya Pak Prabowo dalam pemerintahan, itu kan tidak bisa hilangkan seluruh visi misi Pak Jokowi (dengan Prabowo) berbeda secara diametral (berhadapan). Jadi kita tunggu apa memang nilai dan loyalitas itu sudah tidak ada," imbuh dia.

Menhan RI Prabowo Subianto bersama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka hadir dalam acara Peringatan Hari Veteran di Universitas Sebelas Maret (UNS), di Solo, Jawa Tengah, Kamis (10/8/2023). Foto: Dok. Istimewa

Deddy mengatakan, kebenaran soal kabar Prabowo-Gibran akan terlihat segera usai putusan MK. Ia mengajak publik sama-sama menunggu.

"Kita tunggu saja (kubu Prabowo), katanya kan Selasa bakal diumumkan. Apa benar harapan mereka jadikan Pak Wali (Gibran) wakilnya Pak prabowo. Kita sama-sama tunggu. Semua berpulang pada Pak Jokowi dan keluarga," ujar dia.

Meski, Deddy meyakini Jokowi akan tetap loyal kepada PDIP dan mendukung Ganjar di pilpres. Terlebih menurutnya, Ganjar diusung PDIP atas pertimbangan Ketum Megawati Soekarnoputri dan juga Jokowi.

"Pak Ganjar lahir dari pergumulan mendalam Bu Mega dan Pak Jokowi, lahir dari dorongan dan endorsement Pak Jokowi ke relawan dan tokoh. Jadi sampai hari ini kita percaya itu, sampai nanti kita tidak bisa percaya lagi," ujar Deddy.

"Dan sebagai kader, tempat merintis karier dirinya dan keluarganya sampai ke atas, itu kan secara common sense, logika publik, dia harus ikut itu. Tapi kalau dia milih lain, kita harap beliau ambil keputusan jernih, dan nurani," tambahnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) selaku Dewan Pembina Projo memberi sambutan pada Rakernas Projo ke-VI di Indonesia Arena, GBK, Jakarta, Sabtu (14/10/2023). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Di sisi lain, Deddy optimis PDIP tak gentar apabila memang Gibran maju sebagai cawapres Prabowo.

"Kalau sampai itu terjadi, pikiran kita bagaimana menangkan Pak Ganjar, nggak ada urusan si A, B, jadi kita ubah strategi. Enggak," ucapnya.

"Kan memang ada upaya terus menerus jadikan Mas Gibran wakil. Saya kira wajar, karena yang ngajak kan enggak yakin dengan dirinya. Dia pikir satu-satunya yang menentukan kemenangan dengan ajak Pak Jokowi atau keluarganya jadi sekutunya," tandas Deddy.