Politikus PDIP Soroti Indikasi KKN Terkait Mahasiswa Penerima KIP Kuliah
ยทwaktu baca 2 menit

Komisi X DPR menggelar rapat kerja bersama Mendikbudristek Nadiem Makarim dan jajaran. Rapat ini difokuskan membahas polemik UKT mahal.
Politikus PDIP Andreas Hugo Pareira menyoroti terkait program KIPK atau Kartu Indonesia Pintar Kuliah. Ia menyebut ada praktik KKN terjadi dalam program ini.
Mulanya, Andreas mengapresiasi program KIPK ini karena sangat membantu mahasiswa terutama dari kelompok tidak mampu. Namun, ia menyoroti masalah transparansi penerapan program ini.
"KIP kuliah, berkaitan KIP terima kasih karena sangat positif. Yang saya tangkap dari dapil kami, juga seluruh masyarakat Indonesia dan orang tua memberikan respons baik," kata Andreas.
"Soal transparansi, ada KIP reguler, ada KIP aspirasi," tambah dia.
Andreas menyoroti mahasiswa penerima KIP aspirasi. Menurutnya, praktik KKN terjadi dalam masalah ini. Ia menerima informasi ada mahasiswa mendapat KIP aspirasi tetapi rekomendasi diberikan oleh badan yang tidak ada hubungannya dengan Kemendikbudristek.
"Ada badan lain yang sampaikan ini karena saya tahu di dapil saya ada informasi badan tertentu, tidak ada hubungan dengan pendidikan tapi menyebar juga KIP kuliah ini," ucap dia.
"Indikasi kuat KKN juga terjadi di sini sehingga perlu menjadi perhatian kita untuk merevisi aturan main terkait bantuan yang sangat penting untuk mahasiswa ini (KIP)," tambah dia.
Andreas meminta agar Kemendikbudristek merespons masalah ini. Ia juga mengkritik ada kampus yang tidak mau terbuka mengenai program KIP.
"Yang penting transparansi sehingga mahasiswa tahu ketika dia masuk, ada peluang dapat KIP kuliah ini, karena ini tidak semua perguruan tinggi tidak menyampaikan ini pada mahasiswa dan ortu dan terjadi," kata dia.
Kemendikbud Anggarkan Rp 13,9 T untuk KIP di 2024
Sementara Sekjen Kemendikbudristek, Suharti, dalam paparannya menjelaskan pihaknya menganggarkan Rp 13,9 T untuk program KIP di 2024.
"Anggaran KIP kuliah ini pada 2024 Rp 13,9 triliun dengan sasaran 985.577 mahasiswa," kata dia.
Suharti membeberkan rincian sasaran dari anggaran KIP kuliah yakni 200 ribu mahasiswa Rp 2,28 T, ongoing ada 700.577 mahasiswa Rp 11,07 T dan bantuan BP terhadap 85 ribu mahasiswa Rp 612 miliar.
