Politikus PDIP Ungkap Kondisi Tjahjo Kumolo Sempat Membaik Sebelum Meninggal
·waktu baca 2 menit

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bidang Pemuda dan Olahraga, Eriko Sotarduga, mengungkapkan kondisi Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara (MenpanRB) Tjahjo Kumolo sempat membaik saat dirawat di RS Abdi Waluyo.
Kabar tersebut diterima dirinya dan jajaran kader PDIP termasuk Sekjen Hasto Kristiyanto. Namun, kata Eriko takdir berkehendak lain. Tjahjo Kumolo mengembuskan napas terakhir pada hari ini, Jumat (1/7).
"Jadi kami langsung ke RS memang teman-teman yang datang termasuk pak sekjen melihat kondisinya sebenarnya sudah berangsur lebih baik, tetapi ya itu sekali lagi kehendak yang maha kuasa yang mengasihi beliau," ujar Eriko kepada wartawan, Jumat (1/7).
"Beliau hari ini jam 11 lewat 10 dipanggil kembali dan juga beliau meninggalkan 3 putri dan putra dua," sambungnya.
Setelah mendapatkan kabar duka, Eriko langsung melayat ke RS Abdul Waluyo. Di lokasi, ia bertemu dengan putra Tjahjo untuk menyampaikan rasa duka cita yang mendalam.
Setelah ini, kata Eriko, dirinya akan langsung menyampaikan informasi teranyar kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Untuk kemudian membantu keluarga menyiapkan prosesi pemakaman Tjahjo yang akan digelar sore ini.
"Tapi kami bertemu dengan putra beliau untuk menyampaikan rasa duka cita yang mendalam dan saya juga nanti sebentar lagi juga akan melaporkan langsung kepada ibu ketum mengenai kondisi yang ada dan juga persiapan-persiapan yang dilakukan sampai nanti pemakaman setelah ashar nanti," ungkap Eriko.
Tjahjo meninggal dunia akibat penyakit komplikasi paru. Rencananya, jenazah Tjahjo dari RS Abdi Waluyo akan langsung dibawa ke rumah duka di rumah dinas Menteri PAN-RB di Jalan Widya Chandra.
Setelah disemayamkan, jenazah rencananya akan disalatkan terlebih dahulu di Masjid Quba di Kantor Kementerian PANRB, sebelum akhirnya dimakamkan di Taman Makan Pahlawan (TMP) Kalibata.
