Politikus PKS: Menag Harus Minta Maaf ke Umat Islam, Analogi Tak Elok
·waktu baca 2 menit

Analogi Menag Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) yang membandingkan pembatasan suara speaker masjid dan musala dengan suara anjing menggonggong menuai polemik. Anggota Komisi VIII DPR Fraksi PKS Bukhori Yusuf mengatakan analogi yang digunakan Gus Yaqut tak elok disampaikan karena bisa menyakiti hati umat Islam.
"Analogi suara azan dengan suara anjing menggonggong itu amat tidak elok dan tidak sepantasnya, karena hal itu pasti sangat menyakitkan perasaan umat Islam," kata Bukhori, Kamis (24/2).
Bukhori mengaku menerima banyak komplain dari masyarakat terkait pernyataan Gus Yaqut tersebut.
"Saya mendapat banyak komplain dan menyayangkan dari masyarakat atas pernyataan Pak Menag tersebut," ucapnya.
Ia meminta Gus Yaqut segera meminta maaf dan memberikan klarifikasi terkait pernyataannya.
"Saya minta agar Menag segera mencabut ucapannya dan minta maaf kepada umat Islam," tegasnya.
Bukhori menjelaskan, secara logika dan hukum Islam, suara azan tak bisa dianalogikan dengan suatu hal yang tidak berkaitan. Apalagi dengan gonggongan anjing.
"Dari sisi logika ilmiah amat tidak tepat, dalam hukum Islam ada kaidah kiasan atau analogi, ada beberapa persyaratan tertentu antara lain harus adanya titik persamaan antara hal/keadaan atau benda yang dianalogikan dengan keadaan atau benda yamg menjadi objek analogi," tutur Bukhori.
"Gonggongan anjing tentu tidak sama dengan suara azan, karena gonggongan anjing itu tidak bermakna dan tidak menjadi objek hukum dalam ibadah. Sedangkan azan lafalnya, maknanya dan kedudukannya semuanya sakral karena bernilai ibadah. Jadi sangat naif menganalogikan suara azan dengan suara anjing menggonggong," tandas dia.
