Polling kumparan: 83,42% Pembaca Setuju Harvey Malaihollo Mundur dari DPR

18 April 2022 11:36 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Harvey Malaihollo. Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Harvey Malaihollo. Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan
ADVERTISEMENT
Sebanyak 83,42 persen pembaca kumparan menyatakan Harvey Malaihollo perlu mundur dari jabatan usai dirinya ketahuan menonton video porno saat rapat DPR. Hal ini didapat dari hasil polling kumparan yang diselenggarakan sejak 12-18 April 2022.
ADVERTISEMENT
Dari total 1.200 responden yang mengisi polling, terhitung ada sebanyak 1.001 orang yang menyatakan Harvey perlu mundur dari jabatannya sebagai anggota DPR. Artinya, hanya ada 199 orang yang menyatakan politikus PDIP itu tidak perlu mundur.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, penyanyi sekaligus anggota Komisi IX DPR Fraksi PDIP, Harvey Malaihollo, terekam kamera menonton video porno saat rapat di DPR.
Kepada Fraksi PDIP, Harvey mengaku dijebak. Video porno tersebut terbuka secara tidak sengaja dari ponselnya ketika membuka pesan dari WhatsApp.
Sekretaris Fraksi PDIP DPR Bambang Wuryanto menegaskan, partainya tak akan memberikan sanksi kepada Harvey Malaihollo.
"Fraksi mohon izin ini kan kesalahan yang manusiawi. Jadi kalau itu dianggap salah, tapi kan ini orang enggak sadar, bukanya. Enggak sadar membuka, kan apakah karena seperti ini kemudian diberi sanksi. Kalau fraksi sudah jelas tidak akan memberikan sanksi," kata Bambang di Gedung DPR, Senayan, Kamis (14/4).
Sekretaris Fraksi PDIP di DPR Bambang Wuryanto. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
Bambang mengatakan jika ada pihak yang menganggap Harvey melanggar etik, Fraksi PDIP menyerahkan sepenuhnya proses kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, Habiburokhman, menyayangkan tindakan seperti ini. Ia mengimbau setiap anggota dewan dapat menjaga sikap sebaik mungkin.
“Pasti [menyayangkan peristiwa ini]. Kita harus menjaga sikap. Kita kerja baik saja di DPR ini di-bully, apalagi ada begitu-begituan,” kata Habiburokhman kepada wartawan, Selasa (12/4).