Pollycarpus Terjun ke Politik, Jadi Kader Partai Berkarya

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pollycarpus Budihari Priyanto. (Foto: dok. Lapas Sukamiskin)
zoom-in-whitePerbesar
Pollycarpus Budihari Priyanto. (Foto: dok. Lapas Sukamiskin)

Mantan terpidana kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib, Pollycarpus Budihari Priyanto terdaftar sebagai salah satu kader Partai Berkarya. Pollycarpus mendaftar sebagai anggota Partai Berkaya di Tangerang, Banten.

Sekjen Partai Berkarya Badarudin Andi Picunang mengatakan, partainya menerima Pollycarpus bergabung di partai besutan Tommy Soeharto karena telah memenuhi syarat yang ditentukan.

“Pak Polly ini mendaftar di salah satu kabupaten terjaring namanya. Karena kan kita tidak melihat latar belakang dari semua calon anggota itu kan. Yang penting memiliki KTP, WNI, dan sudah berumur 17 tahun, ya kita berikan KTA,” katanya saat dihubungi, Rabu (7/3).

“Dia daftar dari Kabupaten Tangerang daerah Banten,” imbuh Andi.

Andi menjelaskan, keberadaan Pollycarpus di partainya bukan atas keinginan elite partai. Menurutnya, selama masih memiliki hak politik, Pollycarpus masih bisa bergabung dengan partai politik.

“Enggak ada, kita enggak membatasi jadi anggota di partai kita, siapapun dia. Tidak yang memilah-milah bahwa Anda harus tua, anda harus muda, harus ini. Kecuali pengurus, kita seleksi,” ucapnya.

Muchdi PR. (Foto: Wikimedia Commons)
zoom-in-whitePerbesar
Muchdi PR. (Foto: Wikimedia Commons)

Di Partai Berkarya ini, Pollycarpus bertemu dengan Muchdi PR yang masuk di elite pengurus partai. Muchdi PR pernah disidang dalam kasus pembunuhan Munir. Tetapi, status Muchdi diputus bebas oleh pengadilan.

Sebelum di Partai Berkarya, Muchdi pernah menjadi kader Gerindra. Namun, pada Februari 2011, Muchdi keluar dari Partai Gerindra dan bergabung dengan PPP.

Kini, Muchdi adalah Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya. Bahkan, Muchdi ikut terlibat mendirikan Partai Berkarya.

Selain Muchdi, ada sejumlah jenderal yang juga bergabung di Partai Berkarya, antara lain mantan Menkopolhukam, Laksamana TNI (Purn.) Tedjo Edi Purdijatno yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai; mantan Komandan Jenderal Kopassus dan mantan Wakil Kepala BIN.

Ada juga mantan Komandan Polisi Militer dan mantan Kepala Bidang Intelijen Kejaksaan Agung, Mayor Jenderal TNI (Purn) Syamsu Djalal yang menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat.

Soal Muchdi, Andi menyebut sang jenderal sudah terlibat sejak pembentukan partai. Partai besutan Tommy Soeharto ini juga tak mempermasalahkan latar belakang Muchdi.

“Beliau kan wakil ketua dewan pembina yah. Dari awal mendirikan partai ini sudah terlibat, kita enggak melihat latar belakang sejarah beliau ada masalah. Dari kita melihat posisi beliau kan tokoh, dia punya andil juga untuk negara ini,” tutur Andi.

Andi menyampaikan, partainya tidak akan mempermasalahkan kehadiran dua orang tersebut. Bahkan, partainya akan memberi pembelaan terhadap dua kadernya apabila nanti mendapat serangan dari lawan-lawan politik.

“Pastilah kita persiapkan counter untuk itu. Pasti akan melindungi semua anggota apalagi pengurus yang sudah masuk menjadi keluarga besar Partai Berkarya siapapun dia,” tutupnya.