Polres Bekasi Kota Telusuri Peran Alumni soal Mobilisasi Pelajar Lintas Sekolah

Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota menelusuri dugaan mobilisasi pelajar dari sejumlah SMK melalui media sosial. Penyelidikan mengarah kepada F alias Batak, seorang alumni yang diduga mengajak siswa aktif mengikuti aksi di Kota Bekasi dan Jakarta.
Penyidik menemukan pesan ajakan yang dikirim oleh F dalam sebuah grup media sosial. Percakapan di grup tersebut juga membahas titik berkumpul dan rencana pergerakan. Firmansyah telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara peran pemilik akun lain masih didalami.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Verdika Bagus Prasetya mengatakan, penyidik sedang memetakan jangkauan komunikasi tersangka.
“Kami telusuri kepada siapa ajakan itu disampaikan, siapa yang meneruskannya, dan bagaimana rencana tersebut dibicarakan. Peran masing-masing harus jelas berdasarkan data percakapan dan hasil pemeriksaan,” kata Verdika.
Penelusuran dilakukan terhadap akun yang muncul dalam percakapan grup. Penyidik juga mendalami hubungan F dengan para pelajar untuk mengetahui bagaimana ajakan tersebut menjangkau siswa dari sekolah yang berbeda.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengatakan, kedekatan alumni dengan adik kelas dapat membuat sebuah ajakan lebih mudah dipercaya. Karena itu, pengaruh seorang senior perlu digunakan dengan penuh tanggung jawab.
“Alumni sering menjadi tempat adik kelas bertanya dan mencari pengalaman. Kepercayaan itu semestinya dipakai untuk membantu mereka tumbuh, bukan mengajak mereka mengambil risiko yang belum mereka pahami,” ujar Putu Kholis.
Ia mengingatkan pelajar agar mempertimbangkan tujuan dan akibat dari setiap ajakan, termasuk yang datang dari orang yang dikenal.
“Menyampaikan pendapat adalah hak warga negara. Namun, jika ada ajakan yang mengarah pada kekerasan atau membahayakan keselamatan, pelajar harus berani menolak. Rasa hormat kepada senior tidak boleh membuat mereka mengabaikan keselamatan dan masa depannya,” kata Putu Kholis.
