News
·
9 Oktober 2019 16:50

Polres Purwakarta Investigasi Penyebab Gelindingnya Batu Raksasa

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Polres Purwakarta Investigasi Penyebab Gelindingnya Batu Raksasa  (159546)
Rumah warga hancur terdampak menggelindingnya batu raksasa di permukiman, di Purwakarta. Foto: Dok. Istimewa
Kepolisian Resor Purwakarta membentuk tim investigasi mencari dugaan pidana kelalaian yang dilakukan PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS) saat blasting menambang kapur di Gunung Miun.
ADVERTISEMENT
Proses peledakan atau blasting itu memicu menggelindingnya batu raksasa.
"Kita selidiki, apakah ada pelanggaran SOP dengan proses pertambangan ini. Atau ada unsur kelalaian lain. Kita akan selidiki," kata Kapolres Purwakarta AKBP Matrius di Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Rabu (9/10).
Matrius tidak segan menindak PT MSS jika ada kesalahan prosedur dalam proses blasting. "Dan jika ada pelanggaran, tentunya akan diproses secara hukum," kata dia.
Matrius mengatakan, untuk mengungkap secara pasti penyebab kejadian, institusinya langsung menggelar olah tempat kejadian perkara. Di sana, polisi mengumpulkan sejumlah bukti serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
"Kita sedang mengumpulkan bukti dan saksi, nanti kita ungkap semuanya," ujar dia.
Bongkahan batu raksasa besar menggelinding ke permukiman warga di Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Selasa (8/10) sore. Bongkahan batu itu merusak 7 rumah dan 1 madrasah yang ada di desa itu.
ADVERTISEMENT
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. PT MSS selaku perusahaan penambang mengaku akan bertanggung jawab dan memberikan kompensasi kepada warga yang rumahnya rusak akibat tertimpa bongkahan batu Gunung Miun.