Polres Tangsel Selidiki Konten Influencer Rekam Usher GIIAS Tanpa Izin

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kreator Emanuel Bryan ebem. Foto: x@insidefolkative
zoom-in-whitePerbesar
Kreator Emanuel Bryan ebem. Foto: x@insidefolkative

Polisi menyelidiki konten influencer Emanuel Bryan atau Bryan Ebem yang merekam usher atau SPG di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 tanpa persetujuan. Konten bertajuk ‘cara mendekati cewek’ itu menjadi sorotan setelah menuai protes di media sosial.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan mengatakan penyelidikan dilakukan berdasarkan hasil patroli siber. Polisi juga telah mengecek lokasi di GIIAS.

“Memang berdasarkan patroli siber, kita menemukan beberapa konten yang membuat korban tidak nyaman. Anggota Opsnal sedang melakukan penyelidikan di GIIAS,” kata Wira saat dihubungi, Selasa (4/8).

Hingga saat ini, kata Wira, belum ada laporan polisi yang masuk dari korban. Meski demikian, polisi membuka kesempatan bagi pihak yang merasa dirugikan untuk membuat laporan.

“Namun kita dari Satreskrim Polres Tangerang Selatan telah melakukan penyelidikan untuk mencari korban dan telah mengirim pesan ke media sosial korban melalui akun resmi Satreskrim Polres Tangerang Selatan,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan. Foto: kumparan

Kasus ini bermula dari unggahan seorang usher di media sosial Threads yang mengaku direkam dan videonya diunggah tanpa persetujuan.

Dalam konten tersebut, Bryan mendatangi sejumlah usher dan mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari informasi kendaraan hingga pertanyaan pribadi seperti nama, usia, dan pendidikan.

Korban mengaku sempat meminta agar video tersebut dihapus. Namun, menurut pengakuannya, permintaan itu ditolak dengan alasan perekaman dilakukan di ruang publik. Korban juga menyebut diminta mengganti biaya produksi apabila ingin video tersebut diturunkan.

Unggahan itu kemudian viral dan memicu kritik dari warganet. Bryan akhirnya menghapus seluruh konten terkait GIIAS serta menyampaikan permintaan maaf melalui media sosialnya.

Dalam klarifikasinya, Bryan mengakui ucapannya terkait biaya produksi tidak pantas dan meminta maaf kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan. Sementara itu, Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menilai tindakan tersebut berpotensi melanggar hukum.

Berikut klarifikasi dan permintaan maaf Bryan terkait peristiwa tersebut:

Beberapa hari ini sedang ramai, terjadinya kegaduhan. Sebelumnya saya Brian, saya ingin minta maaf atas semua kesalahan yang timbul dari kelakuan saya. Saya tidak membenarkan, saya hanya meminta maaf atas semua pihak yang merasa dirugikan.

Saya seharusnya memang tidak mengatakan atas biaya produksi ataupun kata-kata lain yang saya sampaikan di komen.

Sekali lagi saya hanya meminta maaf dan mengklarifikasi semua tuduhan, semua narasi yang beredar di sosial media. Ke depannya saya akan lebih hati-hati lagi dalam mem-posting video konten yang saya buat. Izinkan saya untuk bercerita dari pihak saya, apa yang terjadi.

Lagi-lagi saya tidak membenarkan diri, saya tidak mau men-justify, memang salah, tapi saya ingin mengklarifikasi dari pihak saya. Sebelumnya izinkan saya menggunakan bahasa yang lebih informal untuk menjelaskan situasi yang terjadi.

Jadi, awal bikin video itu gini. Awal tuh iseng, awal suka kenal sama orang iseng-iseng aja. Kenal sama bule, kenal sama cewek, kenal sama om-om. Dan saya banyak banget dari comment section yang bilang, 'Thank you, Mas Ebem'. Dari situ saya merasa melawan ketakutan, awalnya introvert sekarang jadi ekstrovert. Awalnya dulu susah cari kerja, sekarang lebih gampang.

Dari komen-komen seperti itu, saya merasa, 'Wah, video yang saya buat terinspirasi'. Niatnya saya tidak ada niat negatif apa pun, hanya untuk menginspirasi.

Segala tuduhan yang timbul mungkin sudah di ranah personal, mungkin ada accusation yang muncul. Lagi-lagi saya minta maaf dan saya tidak membenarkan. Ke depannya saya akan membenahi diri dan meluruskan semua yang terjadi.

Terima kasih sebelumnya. Saya Brian, dan saya minta maaf atas semua kesalahan dari lubuk hati saya. Terima kasih. Assalamualaikum.