Polrestabes Medan Naikkan Kasus Tewasnya Eks Istri Polisi ke Tahap Penyidikan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana keluarga Winda Lorenza Gowasa gelar aksi damai 1000 lilin di Kota Medan, Jumat (28/8/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana keluarga Winda Lorenza Gowasa gelar aksi damai 1000 lilin di Kota Medan, Jumat (28/8/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Polrestabes Medan telah menaikkan status kasus dugaan pembunuhan Winda Lorenza Gowasa, mantan istri polisi berpangkat Brigadir ISH, dari penyelidikan menjadi penyidikan.

"Proses awal itu sudah proses penyidikan untuk mempermudah semua upaya-upaya hukum yang dilakukan kepolisian. Karena ada beberapa upaya-upaya tertentu yang harus kita lakukan terkait dengan upaya paksa tentunya ya. Memastikan surat-surat yang mau kita sita dan lain-lain, itu jadi kita lakukan dan sudah naik sidik (penyidikan) kasusnya," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, saat ditemui wartawan di DPRD Sumut, Kamis (10/9).

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak saat menjelaskan kematian mantan istri polisi di Polrestabes Medan, Kamis (6/8/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Calvijn mengatakan pihaknya belum menetapkan tersangka terkait kematian Winda.

Polisi Pastikan Winda Bunuh Diri Pakai Senpi

Sebelumnya, Polrestabes Medan memastikan Winda yang tewas di rumahnya bunuh diri menggunakan senjata api milik mantan suaminya, ISH, pada Minggu (2/8) lalu.

Hal tersebut diungkapkan setelah pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Inafis. Di dalam kamar mandi tersebut ditemukan senjata api, dan hasil autopsi terhadap korban menemukan residu di tubuh korban.

"Tim Inafis sudah melakukan tindakan pertama TKP dan olah TKP dengan hasil bahwa betul ada senjata api di dalam (kamar mandi) dan ada perlukaan di korban, dikuatkan dengan hasil Labfor. Dikuatkan dengan hasil autopsi yang dilakukan oleh dokter autopsi bahwa adanya sisa residu di jari, tangan, badan, baju milik korban," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, saat ditemui di Polrestabes Medan, Selasa (4/8).

Calvijn menuturkan, tim identifikasi dan Laboratorium Forensik (Labfor) melakukan swab (pengambilan sampel) pada jari tangan. Pada tubuh ISH tidak ditemukan sisa residu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan autopsi terhadap tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Hanya ditemukan bekas satu luka tembakan pada bagian kepalanya.

"Di sini didapati bahwa dari keterangan para ahli, yang pertama adalah dokter forensik yang melakukan autopsi bahwa tidak ada bekas-bekas kekerasan atau bekas-bekas apa pun, benda tumpul, benda tajam yang melukai korban," ucap Calvijn.

"Hanya ada satu luka tembak yang berada di bagian kepalanya, yang dilakukan bunuh diri seperti yang saya jelaskan tadi, dikuatkan dengan dua saksi ISH dan anak," lanjutnya.