Polrestabes Medan Ungkap Percakapan Terakhir Mantan Istri Polisi yang Bunuh Diri
Catatan Redaksi: Bunuh diri bukan jalan keluar persoalan kehidupan, segera cari pertolongan atau klik www.healing119.id.

Polrestabes Medan mengungkap percakapan terakhir seorang wanita berinisial WLG yang bunuh diri di rumahnya di Medan Helvetia, Kota Medan, menggunakan senjata api milik mantan suaminya, yang merupakan anggota polisi berpangkat Brigadir ISH.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan bahwa pada hari Minggu (2/8), korban berada di dalam kamar mandi rumahnya. Sebelum di kamar mandi, korban bersama dua saksi yakni anaknya dengan ISH di dalam kamar mereka.
Kemudian, ISH keluar dari kamar dan kembali ke kamar dan bertemu anaknya. ISH menanyakan kepada anaknya di mana ibunya.
"Pada saat itu ditanyakan 'Di mana korban?' karena melihat yang awalnya bertiga, tinggal anaknya," kata Calvijn saat ditemui usai konferensi pers di Polrestabes Medan, Selasa (4/8).
Selanjutnya, ISH melihat tasnya sudah terbuka yang di dalamnya terdapat senjata api miliknya.
ISH pun mengecek kembali ke kamar mandi yang di dalam kamarnya dan mencoba mengetuk pintu kamar mandi tersebut dan mengatakan jangan melakukan hal-hal yang tidak layak.
"Pada saat itu ISH memeriksa kamar mandi yang persis di dalam kamar tersebut. Pada saat mengetuk kamar, di situ terjadi komunikasi yang sifatnya pencegahan dengan mengatakan jangan melakukan hal-hal yang tidak layak dan jangan melakukan. Karena ISH ini tahu persis kondisi korban," ujar Calvijn.
Anaknya ikut mengetuk pintu kamar mandi. Namun, tidak ada respons. Lalu, korban mengucapkan kalimat 'Maafkan saya', sebelum suara letusan tembakan senjata api.
"Melihat itu, dikuatkan dengan saksi anak yang saya sebutkan tadi, ikut mengetuk pintu tetapi tidak direspons. Terakhir ada ucapan dari korban 'Maafkan saya'. Itu terakhir untuk kedua saksi tersebut. Setelah ucapan itu, dari dalam kamar mandi terdengar suara letusan satu kali," ujar Calvijn.
Sebelumnya, seorang wanita berinisial WLG ditemukan tewas di rumahnya di Kelurahan Cinta Damai, Medan Helvetia, Kota Medan, Minggu (2/8). Ia diduga bunuh diri dengan menembakkan pistol milik mantan suaminya yang anggota polisi.
