Polri Akan Bangun Laboratorium Khusus AI di Akpol hingga STIK

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Calon taruna Akpol latihan di kawasan Monas Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Calon taruna Akpol latihan di kawasan Monas Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri mengusulkan pembangunan laboratorium khusus untuk mempelajari artificial intelligence (AI) Akademi Kepolisian (Akpol) hingga Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK/PTIK).

Hal ini diusulkan oleh Kepala Lemdiklat Polri Komjen Polisi Chryshnanda Dwilaksana saat rapat bersama Komisi III DPR RI, Senin (26/5).

“Kami melihat bahwa era digital, era penormalan baru, hadirnya artificial intelligence, maka perlu ada suatu laboratorium, maka kami sedang mengusulkan untuk membuat laboratorium model smart policing yang untuk dilakukan di Akpol, ataupun di STIK-PTIK, atau di Pusdiklantas,” kata Chryshnanda dalam rapat.

Dia mengatakan bahwa keberadaan laboratorium itu sangat penting untuk upaya transformasi Polri terutama untuk mengusung model smart policing.

Laboratorium itu juga diharapkan bisa menjadi bahan latihan studi kasus pemecahan masalah yang sering terjadi di tengah masyarakat.

“Supaya ada pembelajaran yang bisa dikaitkan dengan studi kasus pemecahan masalah dan juga menangani isu-isu penting yang terjadi di dalam masyarakat. Sehingga pendidikan maupun apa yang terjadi di lapangan ini saling terkait,” katanya.

Chryshnanda juga menjelaskan bahwa pelajaran AI ini bisa menjadi jawaban permasalahan sistem pendidikan Polri, khususnya mengenai rasio personel polri yang masih sedikit.

“Rasio personel yang mengikuti pendidikan setiap tahunnya masih sedikit, antara 8-10 persen. Jumlah jam pendidikan dan pelatihan masih rendah, masih di bawah 20 jam pelajaran,” katanya.

“Kami berusaha melalui bootcamp course yaitu pendidikan short course atau singkat yang diamati oleh para ahli untuk meningkatkan kualitas para instruktur yang ada di sekolah,” tuturnya.