Polri Akan Bekali Anggotanya dengan Seragam Anti Molotov dan Serangan Panah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai membuka Rakernis Slog Polri di Jakarta Timur, Selasa (12/5/2026). Foto: Rayyan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai membuka Rakernis Slog Polri di Jakarta Timur, Selasa (12/5/2026). Foto: Rayyan/kumparan

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, anggota Polri akan dibekali perlengkapan pengamanan diri yang lebih memadai, termasuk seragam tahan terhadap serangan molotov, tembakan, hingga panah.

Hal itu disampaikan Sigit saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Staf Logistik (Slog) Polri di Jakarta Timur, Selasa (12/5). Dalam kesempatan itu, Sigit meninjau langsung perlengkapan baru yang disiapkan untuk personel Polri, khususnya yang bertugas menghadapi potensi kerusuhan.

“Tentunya harapan kita anggota kita juga dibekali dengan berbagai macam alat pengamanan diri menghadapi potensi tantangan di lapangan,” kata Sigit.

Apakah itu mulai dari lemparan molotov, kemudian juga tembakan, dan juga tentunya segala macam yang membahayakan anggota,”

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Rakernis Slog Polri, Jakarta Timur, Selasa (12/6). Foto: Dok. Polri

Sigit menjelaskan, perlengkapan baru itu disiapkan agar personel Polri bisa lebih aman dan percaya diri saat menjalankan tugas pengamanan di lapangan.

“Ini semua dimaksud untuk tentu saja agar anggota betul-betul bisa tampil percaya diri, khususnya dalam melaksanakan kegiatannya memberikan rasa aman bagi masyarakat menghadapi berbagai macam potensi, risiko ancaman yang akan dihadapi,” ujar dia.

Dalam Rakernis itu, Polri juga meresmikan laboratorium baru milik Slog Polri untuk menguji kualitas seragam anggota. Menurut Sigit, laboratorium tersebut digunakan memastikan seragam yang diberikan kepada personel sesuai standar yang ditetapkan Polri.

Selain itu, Sigit juga meninjau penggunaan perlengkapan pengamanan baru bagi anggota yang bertugas di wilayah rawan konflik. Salah satunya perlindungan terhadap serangan panah.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Rakernis Slog Polri, Jakarta Timur, Selasa (12/6). Foto: Dok. Polri

“Jadi salah satunya, bagaimana agar pada saat ada serangan, salah satunya di wilayah-wilayah yang sering terjadi konflik, yang sering menggunakan alat panah, tadi diperagakan dan Alhamdulillah dengan peralatan yang baru anggota kita bisa terhindar dari potensi apabila ada serangan panah,” tutur Sigit.

Dalam kesempatan ya g sama, Polri turut membagikan ratusan kendaraan operasional untuk mendukung tugas anggota di lapangan. Ada sekitar 430 unit kendaraan, mulai dari motor, mobil patroli listrik, ambulans hingga kendaraan untuk wilayah konflik dan daerah terdampak banjir.

Sigit menambahkan, Polri saat ini juga tengah menyusun standar Minimal Essential Police Equipment (MEPE) atau standar minimal perlengkapan yang harus dimiliki institusi kepolisian.

“Dan sebentar lagi saat ini kita juga sedang menyusun MEPE, bagaimana ini menjadi harapan bahwa kita memiliki standar terkait dengan Minimal Essential Police Equipment. Jadi peralatan standar minimal yang harus kita miliki,” ucap dia.