Polri: Anggota Muslim Cyber Army Datanya Sudah Kami Pegang

Tak puas dengan hasil tangkapan enam orang pelaku yang diduga sebagai admin grup WhatsApp 'The Family Muslim Cyber Army', jajaran Direktorat Siber Bareskrim Polri kembali memburu beberapa orang yang diduga sebagai konseptor dari Muslim Cyber Army tersebut.
"Yang belum ketangkap, Ada yang insial TM, wanita, sebagai konseptor dan member grup. Pasti dia sudah tahu," terang Dirtipid Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Fadil Imran di kantornya, Bareskrim Cideng, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (28/2).
Fadil menambahkan, jajarannya akan terus melacak keberadaan dari TM dan anggotanya, apabila mereka tidak segera menyerahkan diri.
"Jadi kepada TM dan kawan-kawan itu, kalau masih bermain-main, silakan. Tapi saya mengimbau TM supaya menyerahkan diri dengan enam orang kawannya yang lain," tutur Fadil.
Fadil menegaskan meskipun member MCA tersebut terus mengganti nomor handphone, namun ia memastikan jajarannya bisa menelusuri keberadaan para pelaku ujaran kebencian tersebut.
"Terakhir, catat nih. Walaupun member-member MCA ini ganti nama seribu kali, ganti nomor handphone, kalau mereka masih melakukan tindakan-tindakan kriminal hatespeech, datanya sudah saya pegang," ucap dia.
Jenderal bintang satu itu mengatakan, timnya telah bekerja keras selama lebih dari enam bulan. Selain itu, teknologi Polri saat ini juga sangat canggih, sehingga mudah untuk mengidentifikasi pelaku kejahatan di media sosial.
"Jadi semua grup-grup yang selama ini memproduksi ujaran kebencian, pasti akan teridentifikasi. Teknologi Polri, teknologi cybercrime kami tidak ketinggalan," jelasnya.
"Jangan dipikir bersembunyi di balik akun anonim, kemudian bersembunyi di balik aplikasi WhatsApp yang encripted kami tidak bisa buka, kami akan bisa mengidentifikasi," pungkasnya.
