Polri Buru Pelaku Teror Ancaman Bom di Kedubes Belarus

19 Mei 2022 14:07 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Pol. Gatot Repli Handoko, SIK menyampaikan informasi saat konferensi pers harian di Divhumas Polri, Rabu (9/3/2022). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Pol. Gatot Repli Handoko, SIK menyampaikan informasi saat konferensi pers harian di Divhumas Polri, Rabu (9/3/2022). Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Kedutaan Besar Republik Belarus yang berada di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, mendapat ancaman teror bom yang diterima melalui email.
ADVERTISEMENT
Ancaman tersebut dikirimkan oleh seseorang yang diduga bernama Ivan Ivanov pada Rabu (18/5).
Terkait hal itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan Polri akan mencari tahu pelaku teror dan lokasi email yang berisi ancaman teror bom tersebut.
“Tentunya dari Polri pasti akan memantau daripada asal usul dan mencari tahu asal usul emailnya darimana,” kata Gatot kepada wartawan, Kamis (19/5).
Gatot memastikan bahwa bom tersebut tidak ada di lokasi saat tim penjinak bom Polda Metro Jaya mendatangi kantor Kedubes Belarus.
Untuk itu, Gatot memastikan Polri akan menindaklanjuti ancaman yang dikirimkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut.
“Nggak ditemukan adanya bom. Tentunya ancaman itu akan ditindaklanjuti,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Polda Metro Jaya langsung melakukan penyisiran di lokasi setelah menerima adanya laporan ancaman bom di kantor Kedutaan Besar Belarus. Saat tiba di lokasi, ternyata tidak ditemukan adanya bom.
"Setelah dilakukan pengecekan oleh Tim Jibom Gegana Polda Metro Jaya, hasilnya nihil," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan kepada wartawan, Kamis (19/5).
Setelah mendapat email itu, pihak kedutaan langsung melapor ke sekuriti kedutaan. Pihak sekuriti kedutaan kemudian melaporkannya ke polisi.
Di hari yang sama Polda Metro Jaya menurunkan Tim Jibom untuk memeriksa ancaman tersebut.
"Petugas tiba di lokasi dan mencari informasi atas dugaan ancaman melalui e-mail tersebut," tutup Zulpan.