Polri Imbau Masyarakat Waspadai Hoaks di Medsos Jelang Demo 27 Agustus

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir saat ditemui di kantornya, Selasa (7/4/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir saat ditemui di kantornya, Selasa (7/4/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Mabes Polri mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang beredar di media sosial, terutama menjelang rencana aksi demonstrasi di Jakarta pada Kamis (27/8).

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir meminta masyarakat mengecek sumber, waktu, lokasi, dan konteks informasi sebelum mempercayainya.

“Di tengah derasnya arus informasi saat ini, kita perlu membiasakan diri untuk tidak langsung percaya atau menyebarkan sebuah konten. Lihat sumbernya, cek waktunya, cek konteksnya, dan lakukan cross-check dengan informasi dari sumber yang dapat dipercaya,” kata Isir dalam keterangannya, Rabu (26/8).

Isir mengatakan, Polri menemukan sejumlah video lama yang kembali beredar pada 2026 dengan narasi dan konteks berbeda. Kondisi itu, menurut dia, berpotensi membuat masyarakat mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Konten lama bisa saja kembali muncul dalam situasi yang berbeda. Karena itu, yang perlu kita pastikan bukan hanya apakah videonya nyata, tetapi juga apakah waktu, lokasi dan narasi yang menyertainya sesuai dengan kondisi sebenarnya,” jelasnya.

“Jangan menjadikan jumlah repost sebagai ukuran kebenaran. Semakin banyak informasi yang kita terima, justru semakin penting bagi kita untuk melakukan cek dan cross-check,” tuturnya.

Salah satu video yang disorot memperlihatkan sejumlah bus melintas di jalan tol. Video itu dinarasikan sebagai rombongan massa dari sejumlah daerah yang bergerak menuju Jakarta untuk mengikuti demo pada 27 Agustus.

Narasi yang beredar bahkan menyebut ada puluhan bus dari Pati, Semarang, hingga Demak.

Namun, Kepala Induk Patroli Jalan Raya (PJR) Cikampek Korlantas Polri Kompol Sandy Titah Nugraha mengatakan hasil pendalaman menunjukkan narasi tersebut tidak benar.

“Intinya banyak video yang beredar di media sosial seolah-olah ratusan rombongan bus yang mengangkut masa dari daerah untuk berunjuk rasa pada tanggal 27 Agustus besok, padahal cuplikan video yang beredar adalah video-video lama yang dibumbui narasi tidak benar, karena kami memantau secara langsung arus lalu lintas di ruas tol dan tidak terlihat rangkaian-rangkaian bus tersebut,” ujar Sandy.

Menurut Sandy, video yang kembali beredar itu berasal dari sejumlah kegiatan berbeda, termasuk rombongan bus pariwisata dan aksi buruh nasional pada tahun-tahun sebelumnya.

“Video-video lama tersebut di antaranya rombongan bus pariwisata dengan kegiatan lain, ada juga demo aksi buruh nasional tahun-tahun sebelumnya yang tidak relate dengan aksi masa besok,” ujarnya.

Sandy memastikan hingga Rabu (26/8), arus lalu lintas menuju Jakarta masih kondusif dan tidak terlihat adanya pergerakan massa seperti yang dinarasikan dalam video viral tersebut.

“Sampai sekarang masih kondusif, cenderung ramai lancar. Tidak ada kegiatan aktivitas pergerakan massa yang diberitakan seperti yang beredar di media-media sosial. Cenderung aktivitas masyarakat menuju kantor normal. Kalau kemarin masyarakat yang libur wisata liburan nasional, kalau hari ini lalu lintas normal saja, aktivitas seperti biasa, tidak ada yang menonjol,” ujarnya.