Polri Pamer Nihil Terorisme Sejak 2023: 8 Ribu Eks JAD Kembali ke Pangkuan NKRI

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan saat upacara HUT Bhayangkara ke-79 di Monas, Jakarta, Selasa (1/7/2025). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan saat upacara HUT Bhayangkara ke-79 di Monas, Jakarta, Selasa (1/7/2025). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memamerkan capaian Polri yang berhasil mewujudkan zero attack atau nihil serangan teroris di Indonesia sejak 2023 hingga Juni 2025.

Hal itu disampaikan Sigit dalam sambutannya pada perayaan HUT ke-79 Bhayangkara di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (1/7).

“Di sisi lain Polri tetap tegas menjalankan preventife strike sehingga dunia meyakini Indonesia adalah negara aman karena berhasil mewujudkan zero attack sejak 2023 hingga juni 2025,” ujarnya

Menurut Listyo, keberhasilan ini tak lepas dari strategi Polri yang mengedepankan pendekatan lunak atau soft approach dalam penanggulangan terorisme.

Narapidana tidak pidana terorisme mencium bendera Merah Putih saat mengikuti kegiatan ikrar setia NKRI di Lapas Kelas IIA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Rabu (24/4/2024). Foto: kumparan

Ia menjelaskan, Polri menggencarkan program deradikalisasi, pembinaan terhadap eks narapidana terorisme (napiter), serta bersinergi dengan para tokoh agama dan masyarakat.

“Terkait ancaman terorisme, Polri mengedepankan soft approach melalui deradikalisasi, pembinaan eks napiter, serta bersinergi dengan tokoh agama dan masyarakat sehingga berhasil mendorong deklarasi pembubaran oleh 8.015 eks anggota jamaah Islamiyah yang berikrar setia dan kembali ke pangkuan NKRI,” kata Sigit.

Meski mengedepankan pendekatan persuasif, Polri tetap menegaskan langkah-langkah pencegahan dengan operasi preventive strike terhadap jaringan teror.

Eks narapidana kasus terorisme (napiter) tragedi bom Bali 2002, Hisyam bin Ali Zein alias Umar Patek, meluncurkan usaha kopinya bernama 'Kopi Ramu' di Hedon Estate, Surabaya, Selasa (3/6/2025). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Listyo menambahkan, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) merupakan prasyarat utama pembangunan nasional. Karena itu, Polri terus berupaya hadir sebagai problem solver di tengah masyarakat, baik dalam mitigasi bencana alam, penanganan konflik sosial, maupun pencegahan ancaman terorisme.

“Kami menyadari bahwa stabilitas kamtibmas adalah prasyarat pertama pembangunan. Oleh sebab itu Polri terus berkolaborasi untuk memitigasi bencana alam, menjadi problem solver dalam konflik sosial, serta menanggulangi ancaman terorisme sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat,” ujar Listyo.

Acara HUT Polri di Monas itu turut dihadiri sejumlah pejabat negara dan tokoh masyarakat, diwarnai berbagai atraksi kesiapsiagaan Polri dan hiburan rakyat hingga sore nanti.