Polri: Situasi di PT GNI Morowali Utara Kondusif Usai Kerusuhan
·waktu baca 2 menit

Keributan pecah di area Gunbuster Nickel Industri (GNI), Kabupaten Morowali Utara, Sulteng, Sabtu (14/1) malam. Keributan ini menyebabkan dua orang tewas.
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, kondisi di lokasi berangsur kondusif. Selain itu, sudah dilakukan dialog antara pihak terkait.
"Saat ini terus dilakukan dialog di pimpin Kapolres dan Pemda Morowali dan para pihak, baik serikat buruh dan perusahaan. Saat ini situasi berangsur-angsur kondusif," jelas Dedi dalam keterangannya, Senin (16/1).
Dalam kasus ini, sebanyak 17 pekerja PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) ditetapkan sebagai tersangka.
Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto, menambahkan meski situasi sudah kondusif, personel Polri tetap bersiaga di sekitar perusahaan.
"Alhamdulillah sudah kondusif, personel tetap siaga di sekitar perusahaan. Jalan masuk, jalan huling, dermaga & tempat strategis lainya," kata Didik.
Tanggapan PT GNI
Manajemen PT GNI angkat bicara terkait rusuh dan bentrok pekerja mereka pada Sabtu (14/1) yang menewaskan dua orang. Selain menyampaikan bela sungkawa, manajemen perusahaan smelter nikel itu juga mendukung investigasi dan proses hukum.
"Perusahaan bersama aparat penegak hukum segera melakukan investigasi mendalam dan menyeluruh atas segala kejadian dan peristiwa yang merugikan semua pihak, baik kerugian materil maupun imateril, bahkan hingga menimbulkan korban jiwa," demikian pernyataan resmi PT GNI melalui siaran persnya yang diterima pada Senin (16/1).
