Polri soal 6 Kapolres Dicopot: Pemimpin Harus Teladan, Mau Dengar, Tak Emosi
·waktu baca 2 menit

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot 6 Kapolres lewat surat telegram yang diterbitkan pada 31 Oktober lalu.
Dalam surat telegram bernomor ST/2280/X/KEP./2021, keenam Kapolres yang dicopot dalam rangka evaluasi evaluasi jabatan. Salah satunya Kapolres Nunukan AKBP Saiful Anwar yang sempat disoroti karena memukuli anggotanya.
Terkait hal itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, pencopotan tersebut sebagai bentuk evaluasi kepemimpinan di daerah yang harus menunjukkan teladan dan tidak emosi.
“Jadilah pemimpin yang [jadi] teladan, bijaksana, memahami, mau mendengar, tidak mudah emosi, dan saling menghormati,” kata Argo lewat keterangan tertulisnya, Selasa (2/11).
Argo menyebut, dengan kepemimpinan yang penuh kebijaksanaan akan membawa Polri dicintai masyarakat.
“Dengan begitu, Polri ke depannya akan semakin mendapatkan kepercayaan di masyarakat," ujar Argo.
Berikut 6 Kapolres yang dicopot:
AKBP Deni Kurniawan, Kapolres Labuhan Batu Polda Sumut ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).
AKBP Dedi Nur Andriansyah, Kapolres Pasaman Polda Sumbar ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).
AKBP Agus Sugiyarso, Kapolres Tebing Tinggi Polda Sumut ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).
AKBP Jimmy Tana, Kapolres Nganjuk Polda Jatim ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).
AKBP Saiful Anwar, Kapolres Nunukan Polda Kaltara ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).
AKBP Irwan Sunuddin, Kapolres Luwu Utara Polda Sulsel ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).
