Polri: Tak Ada Pemakaman Massal, Semua Korban Lion Air Diidentifikasi

Keluarga korban Lion Air JT-610 mempertanyakan lamanya proses identifkasi bagian tubuh korban yang sudah dikumpulkan di RS Polri. Dari total 189 penumpang dan kru pesawat, baru 14 jenazah yang teridentifikasi.
Tak hanya itu, keluarga juga mempertanyakan nasib bagian-bagian tubuh yang sekiranya tidak teridentifikasi, sementara proses pencarian korban akan dihentikan oleh Basarnas.
Merespons hal itu, Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri, Brigjen Pol Arthur Tampi, memastikan semua bagian tubuh yang sudah ada atau akan diterima di RS Polri, akan diidentifikasi semuanya dan diserahkan kepada keluarga.
"Semua kantong jenazah yang masuk ke kita akan kita identifikasi sampai kapan pun. Semua yang kita terima akan kita identifikasi, bahkan ketika operasi pencarian diberhentikan," ucap Brigjen Pol Arthur Tampi dalam forum dengan keluarga korban di Hotel Ibis, Jakarta, Senin (5/11).

Arthur menyebut korban yang diterima pun tak melulu dari tim SAR gabungan, nelayan yang menemukan potongan tubuh meski belum diyakini korban Lion Air, akan tetap diidentifikasi.
Semua barang bukti atau bagian tubuh yang kita terima, tidak akan dimakamkan massal. Semua diidentifikasi.
Menurutnya, jenazah yang sudah lama terendam air, akan sulit untuk diidentifikasi. Namun pihaknya akan tetap identifikasi, jika tidak dapat sel DNA-nya, maka diidentifikasi lewat cara lain.
"Ini ada 138 kantong jenazah, artinya tidak otomatis teridentifikasi 138 (korban), bisa lebih bisa kurang," tuturnya.
"Dalam satu kantong itu kadang-kadang body yang kita temukan bukan milik hanya satu orang. Tidak otomatis itu sama. Semua akan teridentifikasi," imbuh Arthur.

