Polusi di Bandung, Tangsel, hingga Depok Terkategori Bahaya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi dampak buruk polusi udara terhadap kesehatan. Foto: Deemerwha studio/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dampak buruk polusi udara terhadap kesehatan. Foto: Deemerwha studio/Shutterstock

Polusi di Tangerang Selatan dan Kota Depok menjadi yang terburuk kedua dan ketiga hari ini, Selasa (21/10).

Menurut pantauan di IQAir, tingkat polusi di Serpong, Tangsel menyentuh angka 155 atau di zona bahaya. Hanya di bawah Bandung dengan tingkat polusi 178. Keduanya di zona merah.

"Dampaknya ibaratnya, kalau daerah Tangsel banyak industri, kayak industri pasir, macam macam pabrik. Itu kan ngelepasin emisi emisi, partikel emission," kata Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Ardhi Adhary Arbain.

Sementara untuk pantauan di Depok, tingkat polusi di kota ini mencapai 147 atau berada di zona oranye.

"Kalau Depok ini kan lebih banyak kendaraan, sisi transportasinya. Jakarta, Bandung, Tangerang, juga gitu. Tangsel kebanyakan industri," imbuh dia.

Ardhi menjelaskan, tingkat polusi yang tinggi bisa menyebabkan masyarakat mengidap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Kalau misalkan konsentrasinya lagi banyak itu bisa berpengaruh ke sistem pernapasan."

Kata dia, polusi timbulkan penyakit lebih berpotensi terjadi saat musim kemarau. Sebab, kelembapan tinggi juga mempengaruhi.

"Kalau misalnya banyak hujan lebih bagus, dia mencuci udara. Ibarat namanya aerosol atau partikel udara itu kebawa. Tapi kadang sekarang hujan kadang enggak," tutur dia.

Lantas, apa imbauan Ardhi?

"Kalau memang harus keluar ruangan, paling enggak pakai masker standar, dipakai mencegah. Kalau memang sakit, jangan keluar juga," tutupnya.