Populer: Video Dugaan Manipulasi Verifikasi Parpol; Rumah Ashanty Kemalingan

Sejumlah peristiwa penting dan menarik menjadi berita populer pada Senin (23/1). Mulai dari Video Dugaan Manipulasi Verifikasi Parpol hingga Rumah Ashanty Kemalingan.
Bagi Anda yang tak sempat mengikuti perkembangan berita terkini di hari kemarin, kumparan merangkum lima berita populer. Apa saja?
Dugaan Pembunuhan di Depok: Korban Bunyikan Klakson Minta Pertolongan
Seorang pria diduga menjadi korban pembunuhan di Jalan Nusantara, Perumahan Bukit Cengkeh, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Senin (23/1). Sebelum meninggal korban sempat mengendarai mobil dengan pelat nomor B 1739 FZG sambil membunyikan klakson sebelum ditemukan meninggal dunia.
Ketua RT6/15, Riko Marjoni, mengatakan pada saat kejadian korban sudah ditemukan meninggal dunia di samping kendaraan yang dikemudikannya. Pihaknya sempat menanyakan petugas keamanan perumahan perihal kejadian tersebut dan langsung menghubungi pihak kepolisian.
Riko menjelaskan, informasi dari petugas keamanan perumahan, korban datang dari arah Perumahan Bukit Cengkeh II. Korban melintas lingkungannya sambil membunyikan klakson mobil sehingga membuat warga sekitar kebingungan.
Huu Can Tran: Lansia 72 Tahun Pelaku Pembantaian pada Malam Imlek di California
Lansia berusia 72 tahun, Huu Can Tran, menembak dirinya sendiri usai membantai 10 orang di studio dansa Star Ballroom Dance Studio di Kota Monterey Park, Negara Bagian California, Amerika Serikat (AS), saat perayaan malam Tahun Baru Imlek pada Sabtu (21/1).
Setelah pengejaran intens selama beberapa jam, polisi menemukan Tran dalam keadaan tewas di dalam sebuah van di Kota Torrance yang terletak beberapa kilometer dari Kota Monterey Park. Sheriff County Los Angeles, Robert Luna, meyakini tidak ada tersangka lain dari penembakan tersebut.
Luna menyebut tersangka membawa pistol semi-otomatis saat menewaskan lima pria dan lima wanita—sebagian besar berusia 50-an atau 60-an—di aula studio di kota tempat ribuan anggota komunitas Asia-Amerika berkumpul untuk perayaan Tahun Baru Imlek. Sekitar sepuluh lainnya terluka dalam kejadian tersebut.
Video Dugaan Manipulasi Verifikasi Parpol oleh KPUD
Kasus dugaan manipulasi data dalam verifikasi partai politik peserta Pemilu 2024 masih bergulir di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). KPU di daerah disebut menerima instruksi untuk mengubah data partai politik dari Tidak Memenuhi Syarat (TMS) menjadi Memenuhi Syarat (MS) agar menjadi peserta Pemilu.
kumparan mendapat bukti rekaman diduga permintaan untuk mengubah data hasil verifikasi faktual partai politik yang disebut untuk Partai Kebangkitan Nusantara (PKN).
Dalam salah satu video yang didapat Senin (23/1), tampak salah seorang anggota KPU di daerah menerima telepon diduga dari komisioner lain di KPU yang sama untuk mengubah hasil verifikasi PKN yang sudah selesai.
Siswi SMA di Sumsel Lumpuh Diduga Korban Bullying Temannya
Seorang siswi kelas X di SMA Negeri Desa Talang Benteng, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan (Sumsel) menderita lumpuh akibat bullying dengan cara penganiayaan oleh siswi lain.
Aksi penganiayaan tersebut terekam dalam video berdurasi 53 detik memperlihatkan siswi sedang dianiaya dua orang siswi lainnya. Tak hanya itu beberapa orang juga menonton dan merekam penganiayaan hingga tersebar di media sosial.
Bahkan, terdengar dari video ada suara seorang pelajar lain yang sesekali menyuruh pelaku untuk menghentikan penganiayaan. Tidak hanya itu, kata paman korban, Heriyadi Senin (23/1), tubuh korban ditindih dan rambutnya dijambak, serta diseret sembari ditendang. Korban sempat berteriak minta tolong namun tidak digubris oleh beberapa siswi lain yang menyaksikan.
Rumah Ashanty Kemalingan, Kamera hingga Belasan Tas Mewah Raib
Ashanty baru saja mengalami kejadian kurang menyenangkan. Istri Anang Hermansyah itu mengabarkan bahwa rumahnya belum lama ini dibobol maling. Mengenai itu, diungkap Ashanty melalui unggahan di Instagramnya. Ia mengungkapkan total ada 14 tas mewah senilai ratusan juta yang diambil pencuri.
Selain tas, sejumlah barang seperti kamera, sandal, sepatu, hingga sabuk branded juga raib dibawa kabur. Ashanty kemudian meminta semua pihak untuk menghubunginya jika melihat barang-barang miliknya itu ada di tangan orang lain.
