Polisi Dalami Kasus Teror GoFood yang Dilaporkan Julianto

Julianto Sudrajat (29) telah melaporkan teror order fiktif GoFood yang menimpanya yang diduga dilakukan oleh seorang perempuan berinisial AR kepada Polres Jakarta Timur pada Sabtu sore kemarin. Polisi menyatakan segera mengusut kasus yang viral di internet ini.
“Dalam pendalaman polisi tentang motif dan bagaimana masalah sebenarnya,” ujar Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo kepada kumparan (kumparan.com), Minggu (9/7).
Julianto melaporkan kasus yang menimpanya pada Sabtu kemarin didampingi oleh 3 orang keluarganya. Seusai membuat laporan, Julianto tidak banyak berkomentar karena kasus itu dalam penyelidikan.
Penderitaan Julianto dimulai ketika driver GoFood datang bertubi-tubi ke kantornya di Matraman, Jakarta Timur, dan di rumahnya mengirimkan berbagai makanan. Julianto yang tidak memesan GoFood terpaksa membayar semua tagihan yang nilainya jika ditotal telah mencapai jutaan. Tak cuma makanan, mobil pikab dari GoBox juga datang.
Julianto menduga teror itu dilakukan oleh seorang perempuan yang dikenalnya di Facebook yaitu AR. AR memesang produk Gojek dengan memakai alamat e-mailnya.
Selama berkenalan, AR memang memiliki sejumlah identitas Julianto misalnya foto KTP dan e-mail, sebab kata Julianto, jika tidak diberi maka AR mengancam bunuh diri.
AR juga sering me-mention bank tempat Julianto bekerja sebagai tenaga outsourcing dengan mengabarkan bahwa Julianto telah menipunya dsb. Bank tempat AR kemudian menghentikan kontrak Julianto untuk menyelesaikan masalah pribadinya itu.
