Pos Keamanan di Thailand Ditembaki dan Dilempar Bom, 5 Tentara Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penembakan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penembakan. Foto: Shutterstock

Lima tentara tewas dan enam warga sipil terluka dalam serangan yang terjadi di sebuah pos keamanan di kawasan Narathiwat, Thailand, pada Rabu (22/7) malam. Wilayah ini memang tengah mengalami pemberontakan separatis dalam beberapa waktu terakhir.

Dilansir AFP, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengecam serangan tersebut. Ia menyebutnya sebagai "tindakan terorisme yang terang-terangan" dan mengatakan aksi itu menjadi "ancaman serius terhadap keamanan nasional" serta "menghambat upaya perdamaian" di wilayah selatan.

Dalam rekaman CCTV yang disiarkan media lokal, terlihat enam orang berpakaian hitam datang menggunakan mobil pikap sebelum melepaskan rentetan tembakan. Dua pelaku lainnya yang mengendarai sepeda motor juga terekam ikut melepaskan tembakan di sana.

Militer Thailand, dalam pernyataannya pada Rabu malam, menyebut lima anggota Task Force Ranger Regiment 45 tewas setelah para pelaku melepaskan tembakan dan melempar bom pipa ke Pos Pemeriksaan Bukeh Sami.

Ilustrasi Senjata AKM. Foto: Dmitrii Pridannikov/Shutterstock

Sementara, Departemen Hubungan Masyarakat Provinsi Narathiwat menyatakan enam warga sipil mengalami luka-luka. Hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dan belum ada pelaku yang ditangkap.

Pada Kamis (23/7), Gubernur Narathiwat Boonchuay Homyamyen mengunjungi para korban yang dirawat di rumah sakit. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun juga menjadi korban dalam serangan itu, ia mengalami luka tembak di bagian kaki

Militer Thailand memberikan penghormatan kepada lima prajurit yang gugur.

"Pengabdian dan pengorbanan mereka akan selalu dikenang dan dihormati dengan penghormatan setinggi-tingginya," demikian pernyataan militer.

Pemimpin oposisi Thailand Natthaphong Ruengpanyawut turut mengecam serangan tersebut dan mendesak pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi situasi keamanan di wilayah selatan.