Pos Penyekatan PPKM Darurat di Jakarta Pagi Ini Lancar, Tak Ada Penumpukan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyekatan PPKM Darurat di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (7/7).  Foto: Twitter/@TMCPoldaMetro
zoom-in-whitePerbesar
Penyekatan PPKM Darurat di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (7/7). Foto: Twitter/@TMCPoldaMetro

Jakarta menerapkan PPKM darurat sejak 3 hingga 20 Juli mendatang. Diharapkan PPKM darurat dapat menekan mobilitas dan menurunkan penularan COVID-19.

Selama PPKM darurat, petugas TNI-Polri hingga Pemprov DKI bekerja sama mendirikan pos penyekatan. Pos penyekatan didirikan agar mobilitas masyarakat dapat dipantau.

kumparan post embed

Selain itu, hanya mereka yang bekerja di sektor esensial dan kritikal yang boleh berkegiatan di luar rumah. Sedangkan yang lain bekerja dari rumah.

Memasuki ke-11 penerapan PPKM darurat, suasana di pos penyekatan Jakarta terpantau lancar. Tidak ada penumpukan kendaraan seperti di tiga hari pertama.

X post embed

Misalnya, di pos PPKM Darurat Kalideres, Jakarta Barat, pada pukul 06.50 WIB terpantau lancar. Petugas dari TNI-Polri, Satpol PP DKI hingga Dishub DKI sudah siaga di lokasi.

Begitu juga di penyekatan PPKM darurat Tol Dalam Kota. Tidak terlihat adanya penumpukan kendaraan.

Lalu di pos PPKM darurat di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pantauan pukul 07.12 WIB terlihat lancar. Petugas gabungan terlihat memeriksa dokumen pengguna jalan.

X post embed

Sebelumnya Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, melaporkan perkembangan PPKM Darurat Jawa-Bali.

Luhut menyatakan, pengetatan selama PPKM Darurat mampu menekan pergerakan warga hingga 15 persen. Hal itu diperoleh berdasarkan pemantauan menggunakan Google Traffic, Facebook Mobility, serta Indeks Cahaya Malam.

"Yang kami dapat selama indeks 3-10 Juli, seluruh Provinsi Jawa-Bali sudah menurunkan mobilitas dan kegiatan aktivitas masyarakat 10-15% dari target kita sebenernya 20% lebih," ujar Luhut.

Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali tersebut menyatakan, turunnya mobilitas warga diharapkan mampu menekan penambahan kasus corona mulai pekan depan. Adapun penambahan kasus corona sempat menyentuh angka 40 ribu pasien per hari pada 9 Juli.