Positif COVID-19, PM Italia Batal Kunjungi Kongo dan Angola

19 April 2022 14:21 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Mario Draghi. Foto: REUTERS/Yara Nardi
zoom-in-whitePerbesar
Mario Draghi. Foto: REUTERS/Yara Nardi
ADVERTISEMENT
Perdana Menteri Italia Mario Draghi dinyatakan positif COVID-19 pada Senin (18/4/2022). Akibatnya, ia terpaksa membatalkan kunjungannya ke Angola dan Republik Kongo.
ADVERTISEMENT
Draghi yang berusia 74 tahun dikabarkan telah menerima seluruh vaksin COVID-19 dan tidak menunjukkan gejala.
Pekan ini, Draghi sebenarnya dijadwalkan untuk terbang ke Luanda pada hari Rabu dan Brazzaville pada hari Kamis. Dalam lawatan ini, Draghi berencana untuk mendiskusikan perubahan pasokan energi negaranya dari Rusia.
Draghi pun akan digantikan oleh Menteri Luar Negeri Luigi Di Maio bersama Menteri Transisi Ekologi, Roberto Cingolani.
Pekan lalu, Italia dan Aljazair telah menandatangani perjanjian untuk menguatkan kerja sama mereka di sektor energi. Pada 11 April, keduanya pun sepakat untuk meningkatkan ekspor energi Algeria ke Italia. Kontrak ini akan berlaku hingga tahun 2027.
Mario Draghi. Foto: REUTERS/Yara Nardi
Draghi mengatakan, perjanjian ini disetujui oleh 2 perusahaan energi paling penting di Algeria, Eni dan Sonatrach. Draghi memastikan, Italia siap untuk bekerja sama dengan Aljazair dalam pengembangan energi terbarukan dan hidrogen hijau.
ADVERTISEMENT
Pakta Draghi dengan Aljazair dan rencana lawatannya ke Angola dan Kongo merupakan bentuk komitmen Italia dalam memutus ketergantungan mereka terhadap pasokan gas Rusia. Italia juga telah menghubungi Republik Demokratik Kongo, Angola, Azerbaijan dan Qatar untuk melanjutkan langkah mereka.
Penulis: Airin Sukono.