Positivity Rate Indonesia Mulai Turun, Tingkat Kematian Stabil, Kesembuhan Naik

Di tengah persiapan new normal di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota, pemerintah terus menggenjot jumlah tes polymerase chain reaction (PCR). Total positivity rate di Indonesia per 31 Maret 2020 kini mencapai 11,84 persen.
Positivity rate adalah rasio antara jumlah kasus positif dengan total tes PCR yang dilaksanakan. Semakin tinggi rasionya, maka semakin tinggi pula kemungkinan kasus corona yang belum terdeteksi.
Kabar baiknya, tren positivity rate Indonesia konsisten turun dalam dua pekan terakhir. Pada pekan ke-11 (11-17 Mei 2020), positivity rate Indonesia ada di angka 12,89 persen. Kemudian pada pekan ke-13 (25-31 Mei 2020), positivity rate turun menjadi 9,60 persen.
Lengkapnya lihat grafik di bawah ini:
Dalam grafik itu, terlihat bahwa kasus corona di Indonesia telah memasuki 13 pekan sejak kasus pertama ditemukan pada 2 Maret 2020. Jumlah tes yang dilaksanakan pun terus meningkat setiap harinya. Kecuali pada pekan ke-11 (11-17 Mei 2020) yang justru turun dari periode sebelumnya.
Di atas kertas, jumlah tes yang terus diperbanyak itu memang mengakibatkan jumlah orang yang positif corona juga jadi lebih banyak. Meski demikian, positvity rate-nya tak ikut naik dan cenderung turun.
Positivity rate terendah ada pada pekan ke-9 (27 April-3 Mei 2020), yakni 8,87 persen. Namun dua pekan berturut-turut angkanya justru melonjak. Barulah dua pekan belakangan ini turun kembali hingga mencapai 9,60 persen.
Meski bergerak turun, angka positivity rate Indonesia secara keseluruhan ada di angka 11,84 persen. Angka itu berasal dari total kasus positif per 31 Mei 2020, yaitu 26.473 pasien positif berbanding dengan 223.624 orang (323 ribu spesimen) yang telah dites.
WHO sendiri menyarankan positivity rate suatu negara maksimal 10 persen. Organisasi kesehatan dunia itu menyebut angka itu cukup untuk mewakili seluruh kasus corona di negara tersebut.
Angka total positivity rate Indonesia sendiri akan terus turun bila positivity rate harian juga turun. Berdasarkan grafik di atas, bukan tidak mungkin jika Indonesia dapat mencapai angka 10 persen atau bahkan kurang dari itu.
Selain positivity rate, hal lain yang patut dilihat adalah tingkat kesembuhan dan kematian. Dalam periode yang sama, tingkat kesembuhan di Indonesia cenderung naik. Sementara tingkat kematian cenderung landai.
Indonesia sendiri berhasil mencatatkan tingkat kesembuhan tertinggi pada pekan ke-13 (25-31 Mei 2020). Pada periode itu, tingkat kesembuhan ada di angka 45,36 persen.
Sementara itu, tingkat kematian tak pernah lebih dari 6 persen dalam 5 pekan terakhir. Angkanya konsisten berada di kisaran 4 hingga 5 persen.
Ini menunjukkan bahwa jumlah orang yang berhasil sembuh meningkat drastis, sedangkan jumlah orang yang meninggal karena corona cenderung stabil.
Secara keseluruhan, tingkat kesembuhan di Indonesia ada di angka 27,61 persen. Sementara tingkat kematian ada di angka 6,09 persen.
Artinya, jika dirata-ratakan, dalam satu hari ada 79 orang yang sembuh dan 17 orang yang meninggal karena corona. Angka itu merupakan rasio dari seluruh kasus sembuh dan meninggal terhadap kasus positif selama pandemi mengemuka.
Di tingkat global, menurut worlometers.info, tingkat kematian per 1 Juni 2020 mencapai 5,97 persen. Sementara tingkat kesembuhan ada di angka 45,43 persen.
====
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
