Potensi Kebakaran Lahan di DIY Tinggi di Musim Kemarau, Tahun Lalu Ada 530 Kasus

Potensi kebakaran lahan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tinggi di musim kemarau. Masyarakat diminta untuk tak membakar sampah sembarangan dan membuka lahan dengan cara dibakar.
"Terkait hal tersebut tentu saja potensi kebakaran memang ada, tinggi. Terutama di lahan-lahan di daerah pegunungan," kata Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad dikonfirmasi, Senin (24/6).
"Antisipasi yang kita lakukan pertama mengimbau masyarakat untuk tak membakar sampah di lahan-lahan kering," katanya.
Kesadaran Masyarakat
Noviar meminta kesadaran masyarakat akan hal ini tumbuh. Terlebih banyak lokasi kebakaran lahan sulit dijangkau damkar.
"Kesadaran masyarakat ketika membuka lahan ya, itu banyak yang membakar. Harapannya tidak membakar karena itu mudah sekali menjalar. Apalagi kekeringan disertai angin kencang langsung menyambar daerah-daerah lain," jelasnya.
Libatkan Relawan
Di setiap kalurahan di DIY saat ini ada Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Mereka bergerak memberikan kesadaran ke masyarakat.
"Di setiap kalurahan ada FPRB. Itu bergerak memberikan kesadaran pada masyarakat," jelasnya.
Potensi Tertinggi di Juli
Kemarau kering diprediksi akan terjadi di DIY pada dasarnya 2 dan dasarian 3 atau bulan Juli.
"Kalau Juni ini namanya masih kemarau basah. Ada kemarau tiba-tiba ada hujan. Hari ini kemungkinan ada hujan ringan," bebernya.
Sementara untuk armada, Noviar mengatakan setiap kabupaten kota sudah memiliki.
Petugas damkar ini juga tidak dibatasi wilayah administrasi. Jadi jika ada kebakaran besar, damkar dari kabupaten kota lain bisa dikerahkan.
"Di samping itu yang selalu membantu kita adalah damkarnya UGM. Itu juga tersedia mobil damkar yang sewaktu-waktu siap dikerahkan," katanya.
500 Kasus Kebakaran Lahan Tahun Lalu
Pada 2023, jumlah kebakaran lahan di DIY mencapai 530 kasus.
"Itu di luar kebakaran rumah. Itu skalanya (kebakaran lahan) kecil-kecil ya, tidak sama dengan kebakaran hutan di Sumatera, Kalimantan, tidak sama," ujarnya.
