Potensi Wabah Corona Gelombang Kedua Hantui China

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi corona di China. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi corona di China. Foto: Shutter Stock

Pemerintah China diklaim sukses menekan angka penularan virus corona secara lokal dengan cara lockdown kota dan berbagai langkah cepat lainnya. Tapi kini China dihantui oleh imported case atau pembawa virus dari luar negeri.

Diberitakan Reuters, Jumat (20/3), China khawatir akan munculnya wabah virus corona gelombang kedua akibat imported case.

Per Kamis (19/3) tidak ada satu pun penularan lokal di China, termasuk di Wuhan. Sudah dua hari terakhir kota Wuhan yang jadi titik nol penyebaran corona tak memiliki kasus baru.

Dalam sehari pada Kamis ada 39 kasus baru penderita corona, semuanya adalah imported case. Sebanyak 14 di antaranya ada di provinsi Guangdong, delapan di Shanghai, dan enam di Beijing.

Petugas medis daruruat China yang merawat pasien virus corona atau COVID-19 mulai meninggalkan Wuhan, Hubei, China. Foto: REUTERS/STR

Imported case baru virus corona juga tercatat di beberapa wilayah lain seperti Tianjin, Liaoning, Heilongjiang, Shandong, Gansu, Zhejiang, Fujian, Guangxi, dan Sichuan. Hingga saat ini total imported case virus corona di China mencapai 228 orang.

Mereka adalah warga China yang baru kembali dari luar negeri. Paling banyak mereka masuk dari kota-kota transit di China seperti Shanghai, Guangzhou, dan Shenzen.

Sejauh ini tidak ada imported case yang menulari warga lokal. Hal ini berkat karantina selama 14 hari dan isolasi di rumah pada warga yang datang dari luar negeri.

Petugas mengumpulkan sampah setelah pasien dipulangkan dari rumah sakit sementara di Wuhan, Hubei, China. Foto: AFP/STR

Pemerintah China sangat khawatir imported case ini merusak pencapaian mereka dalam menghadapi virus corona. Presiden Xi Jinping pada Rabu lalu menegaskan bahwa China tidak boleh membiarkan tren peningkatan imported case terus berlanjut.

Virus corona muncul di China pada akhir 2019 dan kini telah tersebar di 161 negara dunia. Total saat ini ada lebih dari 240 ribu penderita corona, terbanyak di China, Italia, dan Iran. Angka kematian 10 ribu orang di seluruh dunia, terbanyak dari Italia lebih dari 3.400 orang.