Potret Siswa SD di Tana Toraja Belajar di Kelas yang Mirip Kandang Kerbau
·waktu baca 2 menit

Ruang kelas di Dusun Sandana, Lembang Sandana, Kecamatan Bittuang, Tana Toraja, Sulsel, sungguh memprihatinkan. Di ruangan itu, para siswa terpaksa belajar dalam kondisi seadanya.
Lantai kelas beralas tanah, atap yang bocor dan dinding dari papan yang tidak menutup sepenuhnya. Mereka sering menyebut kelas itu mirip seperti kandang kerbau.
"Saya biasa menangis melihat anak-anak belajar dengan kondisi situasi ruangan yang tidak layak dan sangat memprihatinkan itu. Siswa sempat berkata sekolah kami seperti kandang kerbau," kata Kelapa Lembang Sandana Yohanis Sambu kepada kumparan Selasa (19/7/2022).
Bangunan yang tidak layak itu merupakan kelas jauh dari sekolah induknya SDN 118 Sandana. Jumlah siswa yang belajar di kelas jauh ada 28 orang.
Para siswa terpaksa menggunakan bangunan hasil swadaya warga itu karena sekolah induk jaraknya sangat jauh dan terhalang Sungai Mawa. Di kelas itu, siswa diajar oleh dua orang guru, Sarce Patarru dan Mince Rattelain.
“Anak kecil kalau mau ke sekolah induk di SDN 118 Sandana itu harus menyeberang sungai, hingga dalam musyawarah kami sepakat untuk buatkan bangunan swadaya apa adanya untuk kelas satu sampai kelas tiga," tutur Yohanis Sambu.
Selama kurang lebih 10 tahun bangunan itu berdiri, menurut Yohanis, dia bersama warga lainnya sudah beberapa kali menghadap Dinas Pendidikan Tana Toraja untuk menyampaikan kondisi kelas tersebut, namun belum sekalipun mendapat bantuan dari pemerintah daerah.
"Impian (sekolah) di pelosok negeri itu siswa untuk bisa mendapat sarana dan prasarana seperti anak di kota lainnya,” ungkap Yohanis.
Diketahui jumlah populasi penduduk yang ada di Dusun Sandana dan Kalimbuang yang anaknya menempati bangunan tersebut sebanyak kurang lebih 500 jiwa dari 130 kepala keluarga. Dusun Sandana ada 69 KK dan Kalembang 61 KK.
