PPKM Tak Efektif, Lalu Apa Langkah Jakarta Tekan Corona?

kumparanNEWSverified-green

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Masyarakat menggunakan masker saat berjalan melintasi terowongan Kendal, Jakarta, Selasa (26/1). Foto: Wahyu Putro A/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Masyarakat menggunakan masker saat berjalan melintasi terowongan Kendal, Jakarta, Selasa (26/1). Foto: Wahyu Putro A/Antara Foto

PPKM Jawa-Bali diterapkan sejak 11 Januari tidak membuat Presiden Jokowi puas karena tak membuat kasus corona turun. Yang terjadi malah sebaliknya, kasus corona semakin tinggi.

Wagub DKI Jakarta Riza Patria juga setuju dengan pernyataan Presiden Jokowi yang menilai PPKM tak efektif. PSBB ketat yang diterapkan di Jakarta juga belum efektif menurunkan kasus corona.

Riza lalu ditanya wartawan apakah Jakarta akan menerapkan kebijakan lebih ketat dengan memberlakukan lockdown?

"Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat," kata Riza kepada wartawan, Selasa (2/2).

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meninjau TPU Rorotan, Jakarta Utara, Rabu (27/1). Foto: Dok. Istimewa

Dia mengatakan, semua keputusan PSBB, PPKM, dan kebijakan terkait penanganan pandemi corona akan didiskusikan dulu dengan pemerintah pusat.

Selain itu, data epidemiologi dari para ahli juga menjadi rujukan sebelum menentukan keputusan dan kebijakan penanganan corona.

"Menyerahkan kepada ahli terkait PPKM ke depan, PPKM ketiga baiknya gimana," ujarnya.

Riza sebelumnya mengatakan memang PPKM belum memberikan hasil maksimal dalam penanganan corona.

"Perkembangan covid di DKI Jakarta sebagaimana disampaikan Pak Jokowi dalam PPKM kedua memang hasilnya belum memuaskan," pungkasnya," ucap dia.