PPP Jawab Rizieq soal Partai Penista Agama: Kami Tak Dukung Ahok

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Sekjen DPP PPP, Achmad Baidowi. (Foto: Ashliy Dien Bakir/wikimedia.commons)
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Sekjen DPP PPP, Achmad Baidowi. (Foto: Ashliy Dien Bakir/wikimedia.commons)

Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab menyerukan kepada massa Reuni 212 agar tidak memilih caleg maupun capres yang diusung oleh partai penista agama.

Merespons hal itu, Wasekjen PPP Achmad Baidowi menyatakan bahwa seruan itu adalah hal yang biasa. PPP menurutnya tidak akan terpengaruh dengan seruan Rizieq tersebut lantaran telah memiliki strategi tersendiri di Pileg dan Pilpres 2019.

"Biasa saja itu hak Habib Rizieq Syihab. Toh dari kami juga punya sistem pemenangan sendiri dan tak sedikit pula yang hadir dalam 212," ujar Baidowi dalam keterangannya, Senin (3/12).

Habib Rizieq berdoa di tengah Aksi 212 Pada 21 Februari 2017. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Habib Rizieq berdoa di tengah Aksi 212 Pada 21 Februari 2017. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Anggota Komisi II DPR RI itu kemudian mempertanyakan definisi partai penista agama yang dimaksud oleh Rizieq. Jika yang dimaksud partai penista agama adalah partai yang mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilkada DKI 2017 maka PPP tidak termasuk di dalamnya.

Sebab, Baidowi menyatakan PPP tidak pernah secara resmi mendukung Ahok di Pilkada DKI kala itu. PPP memang pada saat Pilkada DKI mendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni bersama Partai Demokrat dan PKB.

"Dan yang dimaksud penista agama apa? Gara-gara dukung Ahok? PPP clear tidak pernah secara resmi dukung Ahok," tegasnya.

Gambar dari udara suasana Reuni 212 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12/2018). (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Gambar dari udara suasana Reuni 212 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12/2018). (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

Menurutnya, selama ini PPP selalu memperjuangkan aspirasi umat muslim melalui berbagai sikap politik di parlemen, salah satunya mengusahakan berbagai produk legislasi yang bernafaskan Islam. Dengan demikian, ia menolak jika PPP disebut partai penista agama.

"Apakah yang pendukung penista agama karena tidak memperjuangkan Islam? PPP clear agenda legislasinya adalah menyusun produk legislasi bernafaskan Islam," pungkasnya.