PPP Tak Masalah Jika Demokrat Tak Dukung Jokowi: Koalisi Sudah Cukup

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekjen PPP Arsul Sani di Rakornas PPP (Foto: Rafyq Alkandy Ahmad Panjaitan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sekjen PPP Arsul Sani di Rakornas PPP (Foto: Rafyq Alkandy Ahmad Panjaitan/kumparan)

Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpidato di depan para ulama di Hotel The Royal Krakatau, Cilegon, Jawa Barat. Dalam pidatonya SBY menyebut akan ada pemimpin baru di Pilpres 2019.

Merespons hal itu, Sekjen PPP Arsul Sani mengatakan, partai koalisi pendukung Jokowi tidak terlalu khawatir dengan langkah SBY dan Demokrat jika ingin adanya pemimpin baru. Sebab, partai pendukung capres petahana itu telah cukup untuk mendaftarkan Jokowi di KPU untuk menjadi capres.

"Soal gabung itu sepenuhnya kita serahkan kepada Partai Demokrat. Toh, koalisi pengusung Pak Jokowi sudah lebih dari cukup," ujar Arsul ketika dihubungi, Senin (23/4).

Namun, Arsul yakin apa yang disampaikan SBY terkait 'pemimpin baru' belum sepenuhnya pasti. Sebab, hingga saat ini, belum ada sikap resmi dari partai berlambang mercy itu soal Pilpres 2019.

"Menurut saya, statement lepas dari pimpinan parpol mana pun yang tidak dibuat dalam bentuk keputusan forum permusyawaratan partai maka paling jauh hanya memberi isyarat kemungkinan, bukan kepastian," jelasnya.

Peta Pilpres 2019. (Foto: Chandra Dyah A/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Peta Pilpres 2019. (Foto: Chandra Dyah A/kumparan)

Terlebih lagi, soal pengusungan capres-cawapres, Arsul mengatakan, perjalanan menuju pendaftaran pilpres masih panjang. Dengan demikian, segala dinamika dan perubahan masih terbuka lebar.

"Soal pengusungan capres-cawapres ini masih cukup panjang waktunya, sehingga dinamikanya pun cukup tinggi, termasuk perubahan sikapnya," pungkasnya.

Dalam pidatonya, SBY secara khusus meminta para ulama, kiai, ustaz untuk mendoakan capres dan cawapres yang akan diusung Demokrat meski hingga saat ini belum jelas siapa yang akan didukung.

Sebab, ia yakin dengan doa ulama dan ustaz, maka calon yang diusung akan menang di pentas Pilpres 2019.

"Kalau Demokrat mencalonkan capresnya A, cawapresnya B, kalau bapak dan ibu memberikan dukungan, insyaallah pahalanya tinggi," tutupnya.