PR dari Ridwan Kamil untuk Bey Machmudin: Penguatan Transportasi Publik
ยทwaktu baca 3 menit

Masa jabatan Ridwan Kamil selaku Gubernur Jabar akan habis pada 5 September 2023 mendatang. Bey Triadi Machmudin, yang menjabat sebagai Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Sekretariat Presiden, sudah ditunjuk untuk menjadi Pj Gubernur Jabar.
Ridwan Kamil atau kerap disapa Emil menitipkan sejumlah pekerjaan rumah (PR) kepada Bey. Khususnya terkait dengan transportasi publik. Dengan ketersediaan ketersediaan anggaran yang memadai, dia menilai infrastruktur di Jabar pada tahun depan harus lebih baik.
"Ada PR, penguatan publik transportasi, titip pengaspalan jalan yang sudah kami anggaran semaksimal mungkin, sehingga akhir tahun depan infrastruktur harusnya lebih baik," kata dia di Gedung Sate, Kota Bandung, pada Jumat (1/9).
Emil pun menilai Presiden Jokowi sudah bijak dalam memilih Bey untuk menjabat selaku Pj Gubernur Jabar. Sebab, Bey merupakan satu dari tiga nama yang diusulkan oleh DPRD Jabar. Dia pun menilai pemilihan Bey telah sesuai dengan aspirasi warga Jabar.
"Dewan kan mengusulkan tiga nama dan Alhamdulillah yang dipilih Pak Presiden tidak keluar dari yang tiga nama diusulkan dewan, menandakan Pak Jokowi sangat bijak menampung aspirasi masyarakat Jawa Barat," ucap dia.
Lebih lanjut, Emil meminta agar Bey tak melakukan perubahan besar selama memimpin Jabar. Sebab, dia menyebut Jabar sudah on the track.
"Jawa Barat kondisi sangat baik tinggal di gas saja, jangan diubah banyak hal, kecuali ada gagasan baru. Sehingga, ketika ASN PNS-nya terbaik se-Indonesia, yakin kalau dipertahankan akan membawa Jabar tetap juara dan mudah-mudahan selalu kondusif di era Pemilu," tutur dia.
Minta ASN Pemprov Jabar Pandai Beradaptasi
Di sisi lain, Emil juga meminta agar ASN di Pemprov Jabar dapat pandai beradaptasi dengan gaya kepemimpinan Bey.
"Saya titip bapak ibu, dan semua yang berdiri di sini, mengalir lah seperti air, dulu Gubernurnya berbentuk kotak, jadilah air yang berbentuk kotak, berikutnya Gubernurnya bentuknya adalah silinder, maka jadilah air yang berbentuk silinder, ikut saja," kata dia.
Jikapun nantinya ada perbedaan gaya kepemimpinan, Emil menilai hal itu merupakan hal yang wajar. Selain soal adaptasi, dia juga menitipkan pesan kepada para ASN Pemprov Jabar agar menjaga torehan prestasi yang sudah diukir oleh Jabar.
"Bapak ibu bekerja keraslah, jangan karena ada Ridwan Kamil, tetapi karena kecintaan pada jabatan, pada sumpah yang tadi disebutkan, untuk menjaga provinsi ini selalu menjadi provinsi berprestasi, provinsi yang terbaik di Indonesia, saya titip," ucap dia.
"Jangan saya dengar, mulai Minggu depan setelah saya jadi warga biasa, terlihat ada pencapaian-pencapaian yang balik kanan, kita harus menjadi PNS dan tim yang selalu melangkah ke depan, tidak ada lagi balik kanan," lanjut dia.
Lebih lanjut, sambil menitikkan air mata, Emil pamit kepada para ASN Pemprov Jabar.
Dia mengaku begitu banyak kenangan dan torehan prestasi yang sudah diukir selama menjabat selaku Gubernur Jabar. Hal itu dinilainya tak terlepas dari kinerja para ASN Pemprov Jabar.
"2018 sampai 2023 adalah era keemasan yang pernah kita hadirkan, 550 perubahan dalam bentuk 550 penghargaan menunjukkan bahwa kerja kita menyentuh berbagai dimensi pembangunan, tolong diingat proses itu dan kebersamaan kita," kata dia.
Emil juga menyampaikan permohonan maaf apabila ada kekhilafan selama dirinya menjabat. Menurut dia, semua hal yang diputuskan selama menjabat selaku Gubenur semata-mata demi kemajuan Jabar.
"Yang kami lakukan selama 5 tahun demi Allah semua itu untuk kepentingan pembangunan di Jabar, kami menghindari keputusan yang subjektif, keputusan yang berorientasi pada kepentingan pribadi atau golongan," kata dia.
