Prabowo: 50 Ribu Sekolah Punya Interaktif Flat Panel, Guru Dibikin Studio Ngajar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan paparan saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (20/10/2025). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan paparan saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (20/10/2025). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa sebanyak 50 ribu sekolah telah menerima perangkat interaktif flat panel untuk mendukung proses belajar-mengajar. Prabowo mengatakan, langkah ini dilakukan untuk memperkuat sektor pendidikan nasional.

“Salah satu upaya kita untuk memperkuat pendidikan adalah dengan memberikan satu interactive flat panel — semacam layar interaktif digital berukuran 75 inci — di setiap sekolah SD, SMP, dan SMA. Saat ini, kalau tidak salah, sudah dibagikan ke sekitar 50 ribu sekolah. Ya, Menteri Dikdasmen, 50 ribu sekolah sudah dapat,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna memperingati satu tahun pemerintahan, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (20/10).

Ilustrasi Guru Mengajar di Sekolah Rakyat. Foto: Kemendikdasmen

Prabowo menjelaskan, total perangkat yang akan dibagikan hingga akhir tahun ini mencapai 288 ribu unit. Panel interaktif tersebut dilengkapi dengan komputer serta ratusan ribu hingga jutaan konten pembelajaran digital, termasuk seluruh silabus pendidikan nasional.

“Jadi sekolah-sekolah di daerah terluar dan terpencil yang tidak memiliki akses ke guru-guru yang baik atau yang ahli di bidangnya — seperti bahasa Inggris, bahasa Mandarin, atau matematika — bisa dibantu dengan perangkat ini. Kalau pelajaran selesai, siswa bisa mengulanginya kapan saja (any time),” ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan para siswa belajar saat memperingati Hari Pendidikan Nasional 2025 di SDN Cimahpar 5, Bogor Utara, Jawa Barat, Jumat (2/5/2025). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Ia mencontohkan, pelajaran yang selama ini dianggap sulit seperti Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, atau Matematika akan bisa diajarkan secara interaktif dari studio pusat di Jakarta.

Ke depan, guru-guru juga akan mendapat dukungan melalui ketersediaan studio pembelajaran. Prabowo menegaskan, seluruh sekolah di Indonesia, termasuk di pelosok, akan menikmati fasilitas tersebut.

“Guru-guru bisa dibantu, dan di tempat terpusat di Jakarta nanti — saya mau cek ke Dikdasmen — kita akan membuat studio. Di studio ini, guru-guru terbaik akan mengajar, dan pelajaran mereka bisa diterima di seluruh pelosok Indonesia,” pungkasnya.