Prabowo Absen di KTT Kazan, Rusia: Hubungan dengan RI Tetap Erat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dubes Rusia untuk RI Sergei Tolchenov (kanan) dan Dubes Rusia untuk ASEAN Evgeny Zagaynov memberi keterangan pers di Kediaman Dubes Rusia di Jakarta, Rabu (24/6). Foto: Aulia Firdaus Brillianti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dubes Rusia untuk RI Sergei Tolchenov (kanan) dan Dubes Rusia untuk ASEAN Evgeny Zagaynov memberi keterangan pers di Kediaman Dubes Rusia di Jakarta, Rabu (24/6). Foto: Aulia Firdaus Brillianti/kumparan

Pemerintah Rusia menegaskan hubungan dengan Indonesia tetap erat meski Presiden Prabowo Subianto tidak menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Rusia di Kazan pekan lalu.

Pernyataan itu disampaikan Duta Besar (Dubes) Federasi Rusia untuk ASEAN Evgeny Zagaynov dalam press briefing di kediaman Dubes Rusia untuk RI di Jakarta, Rabu (24/6).

Zagaynov mengatakan, Rusia menghormati keputusan Indonesia yang mengutus Menteri Luar Negeri Sugiono untuk mewakili Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut.

"Presiden Prabowo selalu disambut di Rusia,” kata Zagaynov.

"Tentu kami menghormati keputusan Indonesia karena beliau berhalangan hadir kali ini dan diwakili oleh Menteri Luar Negeri Sugiono," lanjutnya.

Duta Besar Rusia untuk ASEAN, Evgeny Zagaynov, memberi keterangan pers di Kediaman Dubes Rusia di Jakarta, Rabu (24/6). Foto: Aulia Firdaus Brillianti/kumparan

Menurut Zagaynov, KTT Kazan menghasilkan sejumlah kesepakatan penting yang akan menjadi dasar kerja sama ASEAN dan Rusia ke depan.

Dokumen itu antara lain deklarasi bersama, rencana aksi kemitraan strategis ASEAN-Rusia 2026–2030, serta pernyataan bersama mengenai kerja sama energi dan kebudayaan.

Ia menyebut sektor energi menjadi salah satu fokus utama, mulai dari energi konvensional, energi terbarukan, hingga energi nuklir.

Prabowo-Putin Sudah 4 Kali Bertemu

Dubes Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menepis anggapan bahwa absennya Prabowo menunjukkan adanya masalah dalam hubungan Jakarta dan Moskow.

Menurutnya, dalam 12 bulan terakhir Prabowo telah tiga kali mengunjungi Rusia dan empat kali bertemu Presiden Vladimir Putin.

"Selama 12 bulan terakhir Presiden Prabowo mengunjungi Rusia tiga kali. Dia sudah empat kali bertemu Presiden Putin," ujar Tolchenov.

Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, Moskow, Rusia, Senin (13/4/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Ia mengatakan kedua negara saat ini justru sedang fokus menindaklanjuti berbagai kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan Prabowo dan Putin sebelumnya di Kremlin, pada April lalu.

"Kami masih memiliki banyak pekerjaan rumah setelah pertemuan kedua presiden pada April. Kami hanya membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengimplementasikan semuanya," jelasnya.

Tolchenov menegaskan komunikasi dan kerja sama Indonesia-Rusia tetap berjalan baik meski Prabowo tidak hadir dalam KTT Kazan.