Prabowo Ajak RI Jangan Lugu dan Naif ke Asing: Harus Percaya Kekuatan Sendiri

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bakal calon presiden dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto (tengah) bersama Ketua Induk Koperasi Unit Desa (KUD) Portasius Nggedi (kanan) menghadiri deklarasi dukungan di Jakarta, Sabtu (4/11/2023). Foto: Reno Esnir/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Bakal calon presiden dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto (tengah) bersama Ketua Induk Koperasi Unit Desa (KUD) Portasius Nggedi (kanan) menghadiri deklarasi dukungan di Jakarta, Sabtu (4/11/2023). Foto: Reno Esnir/ANTARA FOTO

Bacapres Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto berbicara terkait hubungan Indonesia dengan negara asing. Prabowo mengatakan negara terlalu sering dipengaruhi asing meski itu bukan sesuatu hal yang buruk.

"Bangsa Indonesia ini kadang-kadang terlalu mau dipengaruhi oleh yang asing-asing. Saudara-saudara saya tidak mengajak kita untuk curiga dengan asing, tidak. Kita harus belajar dari semua pihak, banyak orang asing baik," kata Prabowo saat menghadiri deklarasi dukungan Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) di Hotel Millennium, Jakarta Pusat, Sabtu (4/11).

Namun, Prabowo mengajak bangsa Indonesia untuk lebih percaya dengan kekuatan sendiri. Ia mengibaratkan filosofi sapu lidi.

"Tapi saya mengajak diri kita semuanya jangan kita terlalu lugu, jangan kita terlalu naif. Kita harus percaya pada kekuatan kita sendiri, kita harus percaya tadi filosofi sapu lidi," ucap Menteri Pertahanan itu.

"Sendiri-sendiri kita lemah. Kalau kita bersatu kita kuat," sambungnya.

Apalagi, kata dia, Indonesia merupakan negara besar yang sangat kaya. Karena itu, Prabowo ingin seluruh kekayaan Indonesia dirasakan oleh masyarakat.

"Bangsa Indonesia bangsa yang kuat. Kita adalah negara ke-4 terbesar di dunia kita memiliki kekayaan yang luar biasa. Semua kekayaan itu hendaknya kita kelola sebaik-baiknya," tandas Prabowo.

Prabowo didukung koalisi besar yang terdiri dari 4 parpol parlemen dan 5 parpol nonparlemen yakni Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, PBB, PSI, Garuda, Gelora dan Prima.