Prabowo Bicara Bahaya Korupsi, TPPO hingga Narkotika di KTT APEC 2025
ยทwaktu baca 2 menit

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kerja sama multilateral dalam menghadapi kejahatan lintas batas adalah kunci menuju Asia Pasifik yang tangguh dan berkelanjutan.
Prabowo menekankan ancaman serius dari tindakan penyelundupan, pencucian uang, perdagangan manusia, dan narkotika. Ia menilai, tindak kejahatan multinasional itu bakal merusak stabilitas ekonomi kawasan.
"Kita tidak dapat mengatasi bahaya-bahaya ini sendirian. Penyelundupan, penipuan, pencucian uang, perdagangan manusia, dan narkotika merupakan bahaya nyata bagi masa depan perekonomian kita," kata Prabowo dalam KTT APEC 2025 di Gyeongju, Korsel, dikutip dari keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Jumat (31/10).
Prabowo mengungkapkan, Indonesia sangat tegas memberantas praktik penyelundupan narkotika hingga melawan korupsi untuk menciptakan pertumbuhan yang adil.
"Kita memerangi korupsi, penipuan, dan pebisnis rakus yang menghambat pertumbuhan riil. Pengalaman-pengalaman ini mungkin menempatkan Indonesia sebagai penghubung ekonomi maju dan berkembang dalam menghadapi tantangan ke depan," ucap Prabowo.
Prabowo juga menyinggung pentingnya kolaborasi pemerintah dan swasta dalam pemberdayaan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Menurutnya, kolaborasi harus berorientasi pada ekonomi yang berpusat pada rakyat.
"APEC harus memastikan manfaat perdagangan dan investasi menjangkau semua orang sehingga tidak ada satu pun perekonomian yang tertinggal. Kolaborasi pemerintah-swasta kita perlu berorientasi pada kerja sama dan ekonomi yang berpusat pada rakyat," ujarnya.
Eks Menhan ini memaparkan langkah yang telah dilakukan Indonesia melalui program nasional pemberdayaan UMKM dan koperasi, serta peningkatan akses digital dan keuangan yang membantu UMKM terintegrasi ke dalam rantai nilai global.
"Di Indonesia, kami menerapkan prinsip ini melalui program nasional yang memberdayakan usaha kecil dan koperasi untuk mengoptimalkan potensi mereka, meningkatkan kesejahteraan, dan berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan," tutup dia.
