Prabowo: Contoh Umar bin Khattab Bangun Pemerintah Adil dan Efisien
·waktu baca 2 menit

Presiden Prabowo Subianto menyebut sejumlah tokoh-tokoh Islam yang sikapnya saat memimpin bisa menjadi teladan. Salah satunya ialah Umar bin Khattab.
Menurut Prabowo, Umar mampu membangun pemerintahan yang adil dan efisien saat menjadi pemimpin umat Islam. Hal itu ia sampaikan saat membuka forum parlemen internasional Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) ke-19 di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (14/5).
"Umar bin Khattab membangun pemerintah yang adil dan efisien dia meyakini untuk memeriksa keadaan rakyatnya. Ia tidak rela melihat rakyatnya diperlakukan tidak adil dan dia tidak segan menghukum aparatnya yang lalai dan yang tidak melindungi rakyatnya," kata Prabowo.
Prabowo menuturkan saat ini semua orang ingin pemerintahan yang bersih dan transparan. Maka itu sikap Umar bisa jadi teladan.
"Teladan Umar bin Khattab adalah panggilan untuk bertindak bukan sekadar berwacana. Karena itu saya sangat menghormati tema pertemuan ini yaitu good governonce dan strong institution," tuturnya.
Tidak hanya Umar, Prabowo juga mengungkapkan tokoh Islam lain yang layak diteladani. Seperti Salahuddin Al-Ayyubi yang mengajarkan soal keadilan dan kebesaran hati saat memenangkan Perang Salib.
Kemudian Khalid bin Walid yang menurut Prabowo menjadi simbol pengabdian total umat Islam. Tokoh militer yang tidak pernah kalah dalam peperangan maupun pertempuran yang dipimpinnya.
"Tidak ada satu pun pertempuran yang ia kalah. Namun ketika diminta turun dari jabatannya ia menerima keputusan itu tanpa ragu dan patuh kepada pemimpin dan kepada umatnya," kata Prabowo.
"Keikhlasan ini menunjukkan kepada kita bahwa kekuasaan bukan tujuan melainkan suatu amanah. Suatu pelajaran penting bagi kita semua yang memegang peran penting kepemimpinan hari ini di mana pun," tambahnya.
Tokoh lain yang disinggung Prabowo ialah Muhammad Al-Fatih yang sanggup menaklukkan konstantinopel. Bagi Prabowo ia adalah simbol dari pemimpin yang mampu menggabungkan ilmu pengetahuan, sains, iman, dan visi.
"Ia menyiapkan penaklukan bukan hanya dengan kekuatan tapi dengan teknologi, logistik dan moral yang tinggi. Ia menunjukkan bahwa pemuda Islam bisa jadi pemimpin dunia jika dibekali pendidikan dan keyakinan yang benar," pungkas Prabowo.
