Prabowo dan Kegemarannya Berjoget Tradisional Jawa

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prabowo Subianto menari tradisional khas Jawa (Foto: Twitter @Dahnilanzar)
zoom-in-whitePerbesar
Prabowo Subianto menari tradisional khas Jawa (Foto: Twitter @Dahnilanzar)

Capres nomor urut dua Prabowo Subianto selama ini dikenal sebagai sosok yang serius dan garang. Namun siapa sangka di balik tampangnya yang garang itu, Prabowo juga merupakan sosok yang ekspresif, khususnya ketika hatinya sedang berbunga-bunga.

Dalam vlog Koordinator Jubir Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar, yang diunggah di twitter, nampak eks Danjen Kopassus itu memperlihatkan kelihaiannya menari Jawa. Sebelum vlog tersebut, setidaknya terlihat dua kali Prabowo berjoget yakni saat penetapan capres cawapres pada 20 September dan deklarasi kampanye damai pada 23 September.

Sebelum berjoget, awalnya Dahnil bertanya apa maksud Prabowo berjoget usai pengundian nomor urut di KPU pada 21 September.

"Kemarin pas pengundian (nomor urut) lagi gembira dengan teman-teman buruh kemudian bapak joget tradisional maksudnya gimana?," tanya Dahnil.

Prabowo dengan santai menjawab ia berjoget karena irama musik. "Dan dulu kita tradisi tentara, prajurit, paling senang joget," kata Prabowo.

Akan tetapi ada alasan lain mengapa ia berjoget. Ternyata kebiasaan berjoget itu diturunkan dari kakeknya Margono Djojohadikusomo yang merupakan pendiri Bank BNI dan ayahnya Soemitro Djojohadikusumo yang juga mantan Menteri Keuangan.

Keduanya, kata Prabowo, selalu menari Jawa ketika mendapat kabar gembira.

"Kakek saya juga kalau ada kabar gembira suka joget seperti wayang orang. Kakek saya kalau ketemu saya dia selalu seperti wayang Gatotkaca, pangeran dari pringgodani," kata Prabowo sembari meliak-liukkan tubuhnya seperti gerakan wayang orang.

X post embed

Prabowo ingin kegembiraan yang ia rasakan ketika berjoget juga menular kepada rakyat Indonesia, khususnya dalam menyambut pesta demokrasi Pilpres dan Pileg 2019.

Dalam kegembiraan itu, kata Prabowo, rakyat juga harus waspada terhadap potensi kecurangan yang terjadi.

"Demokrasi harus gembira tapi juga waspada. Jangan sampai demokrasi dicuri, karena demokrasi condong akan dicuri oleh mereka-mereka yang sebetulnya tidak suka demokrasi, tidak mau rakyat yang berdaulat," tutup Prabowo sembari berpose salam dua jari.