Prabowo di GBK: Kemiskinan Menurun, Turun dari Kakek ke Cucu

kumparanNEWSverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Capres no urut 02, Prabowo Subianto memberikan sambutan saat kampanye akbar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, (7/4). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Capres no urut 02, Prabowo Subianto memberikan sambutan saat kampanye akbar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, (7/4). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, berorasi secara menggebu-gebu di depan pendukungnya dalam kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (7/4).

Namun di beberapa kesempatan, Prabowo tampak melucu dengan menirukan gaya pidato seseorang yang ia sebut 'pemimpin politik Indonesia'.

Awalnya Prabowo menirukan pidato 'pemimpin politik Indonesia' yang mengatakan ekonomi Indonesia tumbuh 5 persen. Padahal menurut eks Danjen Kopassus itu, angka 5 persen itu tak sesuai kenyataan.

"Kalian mau mendengar pidato pemimpin politik Indonesia? 'saudara-saudara sekalian, ekonomi Indonesia baik, pertumbuhan 5 persen'. 5 persen ndasmu!" kata Prabowo disambut tawa pendukungnya yang memenuhi GBK sejak subuh.

Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menyampaikan orasi politik saat kampanye akbar. Foto: Antara/Galih Pradipta

Tak hanya itu, ia juga menyinggung data yang menyebut kemiskinan Indonesia menurun.

"Saudara-saudara sekalian, harga-harga terkendali, kemiskinan menurun. Menurun dari kakek ke cucu," katanya.

Diketahui angka pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan selalu rutin dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

BPS menyebut pertumbuhan ekonomi selama 2018 sebesar 5,17 persen. Angka itu lebih tinggi dibandingkan tahun 2017 yang hanya 5,07 persen.

Capres no urut 02, Prabowo Subianto memberikan sambutan saat kampanye akbar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, (7/4). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Pertumbuhan ekonomi selama 2018 itu merupakan yang tertinggi sejak 2014. Adapun pada 2014 ekonomi hanya tumbuh 5,01 persen, 2015 sebesar 4,88 persen, 2016 sebesar 5,03 persen, dan 2017 sebesar 5,07 persen.

Sedangkan untuk kemiskinan, BPS menunjukkan angka kemiskinan Indonesia pada September 2018 turun menjadi 9,66 persen, dibanding Maret 2018 sebesar 9,82 persen. Angka itu juga lebih rendah dibandingkan September 2017 lalu yang mencapai 10,12 persen.