Prabowo Hadiahkan Keris Emas ke Djoko Santoso

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keris Emas yang diberikan Prabowo kepada Djoko Santoso di ulang tahunnya yang ke-66. (Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Keris Emas yang diberikan Prabowo kepada Djoko Santoso di ulang tahunnya yang ke-66. (Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan)

Bakal capres Prabowo Subianto menghadiahkan sebuah keris kepada kandidat terkuat ketua timsesnya, Djoko Santoso. Keris yang bagian luar didominasi warna emas itu diberikan dalam rangka ulang tahun ke 66 Djoko.

"Hari ini saya beri kenang-kenangan ke beliau, sebuah keris. Sebagai tandanya seorang kesatria, seorang senopati, seorang kesatria," kata Prabowo di kediaman Djoko di Jalan Bambu Apus Raya, Jakarta Timur, Sabtu (8/9).

Menurut Prabowo, Djoko merupakan seorang mantan Panglima TNI yang masih ingin berjuang untuk Indonesia. "Beliau masih mau berjuang bersama saya. Bayangkan beliau bintang 4, bersedia jadi wakilnya kembali seorang bintang 3. Saya kira itu, saya terkesan sama beliau, beliau kesatria sejati, beliau memperkuat di Gerindra. Tadi saya katakan negara kita dalam keadaan terancam," kata dia.

Prabowo hadiri ulang tahun ke-66 Djoko Santoso. (Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Prabowo hadiri ulang tahun ke-66 Djoko Santoso. (Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan)

Kondisi negara yang terancam, kata Prabowo, terlihat dari beberapa sektor. Yakni mulai dari keadaan ekonomi yang melemah hingga kekayaan bangsa tidak dikuasai negara sendiri. Prabowo mengatakan, kekayaan Indonesia, saat ini masih dikuasi oleh negara asing.

"Semua indikator kita terancam. Rupiah melemah, itu tandanya ekonomi kita lemah. Ekonomi kita lemah, karena ekonomi kita, kekayaan kita, tidak ditangan kita. Tapi di tangan orang-orang asing, orang-orang yang tidak setia, kepada Pancasila, NKRI, dan tanah air," tegas Prabowo.

Untuk itu, sebagai seorang kesatria, dirinya dan Djoko mengaku siap untuk berjuang dan mempertahankan kekayaan Indonesia sehingga tak lagi dikuasai oleh asing.

"Jadi kita sebagai prajurit, untuk apa kita dulu berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan, untuk melihat negara, kita dikuasai oleh bangsa lain," pungkasnya.