Prabowo Hadiri Sesi Kedua KTT APEC Korsel, Sempat Berbincang dengan Xi Jinping

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2025 yang digelar di Hwabek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Korea Selatan, Jumat (31/10/2025). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2025 yang digelar di Hwabek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Korea Selatan, Jumat (31/10/2025). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden RI Prabowo Subianto melanjutkan agendanya sesi kedua pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2025 yang digelar di Republik Korea. Sesi kedua ini digelar pada Sabtu (1/11).

Tampak Prabowo turut didampingi oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya sebelum dimulainya acara sesi kedua tersebut.

Prabowo juga tampak berbincang-bincang dengan pimpinan-pimpinan negara APEC. Prabowo tampak berbincang dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping.

Setelah itu, Presiden Republik Korea Lee Jae-myung sebagai Ketua APEC 2025 membuka sesi kedua forum tersebut.

Usai sesi diskusi, para pimpinan APEC pun berfoto bersama. Mereka tampak mengenakan kain atau selendang khas Korea. Presiden Lee juga tampak sempat membantu merapikan kain itu kepada Prabowo.

Prabowo tampak berada di barisan depan dan posisi tengah diapit oleh Presiden Lee dan juga PM Jepang Sanae Takaichi.

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2025 yang digelar di Hwabek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Korea Selatan, Jumat (31/10/2025). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Pada sesi pertama yang digelar kemarin, Jumat (31/10), Prabowo sempat menyampaikan beberapa isu seperti isu pentingnya kerja sama di kawasan Asia Pasifik.

"Namun, saya percaya bahwa Asia Pasifik tidak boleh menerima perpecahan sebagai takdirnya. Kita harus bangkit dari kecurigaan dan ketakutan, dan kita harus membangun kembali kepercayaan di antara kita sendiri dan di antara ekonomi global" ujar Prabowo seperti keterangan tertulis dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Jumat (31/10).

Selain itu, Prabowo juga menegaskan pentingnya kerja sama multilateral dalam menghadapi kejahatan lintas batas adalah kunci menuju Asia Pasifik yang tangguh dan berkelanjutan.

Ia menekankan ancaman serius dari tindakan penyelundupan, pencucian uang, perdagangan manusia, dan narkotika. Ia menilai, tindak kejahatan multinasional itu bakal merusak stabilitas ekonomi kawasan.

"Kita tidak dapat mengatasi bahaya-bahaya ini sendirian. Penyelundupan, penipuan, pencucian uang, perdagangan manusia, dan narkotika merupakan bahaya nyata bagi masa depan perekonomian kita," kata Prabowo.