Prabowo: Isu Palestina Akan Terus Jadi Perhatian Masyarakat Indonesia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Forum Dialog The 17th International Institute for Strategic Studies (IISS) Manama Dialogue 2021, Sabtu (20/11). Foto: Twitter/ISS Manama
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Forum Dialog The 17th International Institute for Strategic Studies (IISS) Manama Dialogue 2021, Sabtu (20/11). Foto: Twitter/ISS Manama

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengungkapkan konflik dan kekerasan yang terjadi di negara Timur Tengah. Ia bahkan menyebut, masyarakat Indonesia ingin sekali melihat negara Timur Tengah dan Arab yang damai dan makmur.

Salah satu isu yang sangat diikuti masyarakat Indonesia adalah isu Palestina. Prabowo mengatakan, isu Palestina akan selalu menjadi perhatian masyarakat Indonesia.

"Dan bagi kami, tentu saja masalah Palestina. Isu Palestina akan terus menjadi perhatian besar bagi masyarakat Indonesia," kata Prabowo dalam pidatonya di Forum Dialog The 17th International Institute for Strategic Studies (IISS) Manama Dialogue 2021, Bahrain, Sabtu (20/11).

Prabowo mengungkapkan Indonesia akan selalu menunjukkan dukungan kepada Palestina. Bahkan, Indonesia tetap dengan pendiriannya menawarkan two state solution untuk Palestina.

"Kami sangat bersedia melakukan apa pun yang kami bisa untuk bisa meningkatkan prospek dari solusi tersebut," tuturnya.

Pasukan Israel menahan seorang pria selama protes solidaritas dengan tahanan, di Hebron di Tepi Barat yang diduduki Israel, Kamis (9/9). Foto: Mussa Qawasma/REUTERS

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan masyarakat Indonesia sangat menghormati dan memiliki hubungan yang dekat dengan negara-negara Timur Tengah, khususnya Arab yang merupakan tempat kelahiran agama Islam.

"Selama ribuan tahun, diaspora Arab telah menetap di Indonesia dan keturunannya ini menjadi pemimpin masyarakat, pemimpin politik, pemimpin bisnis, dan pemimpin agama dan pendidikan di Indonesia," ungkapnya.

Indonesia juga mengamati pertahanan Timur Tengah. Menurutnya, hal ini tidak lepas dari hubungan kelompok teroris Indonesia dengan kelompok teroris Timur Tengah selama ini.

"Bukan sebuah rahasia lagi bahwa kelompok Islam garis keras dan ekstrem Indonesia dipengaruhi, bahkan dilatih dan dibiayai oleh kelompok garis keras dan ekstrem di Timur Tengah. Contohnya saja antara Al-Qaeda dan Jamaah Islamiyah dan antara ISIS dan afiliasinya di Indonesia, JAD," ungkap Prabowo.

"Kami tentu saja memonitor hubungan ini dengan saksama dan kami terus berkoordinasi dengan rekan-rekan di Timur Tengah dalam menangani terorisme," pungkasnya.