Prabowo Janji Selesaikan Masalah di Papua: Sudah Banyak Aparat Jadi Korban

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto menjawab pertanyaan panelis saat menghadiri Dialog Publik di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/11/2023). Foto: Moch Asim/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto menjawab pertanyaan panelis saat menghadiri Dialog Publik di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/11/2023). Foto: Moch Asim/ANTARA FOTO

Capres Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto, merespons pertanyaan dari salah satu panelis dari Guru Besar Hukum Universitas Airlangga, Profesor Nurul Barizah, soal penanganan masalah di Papua.

Prabowo menjawab selama ini aparat kepolisian telah melakukan berbagai cara menangani para separatis di Bumi Cendrawasih.

"Sudah banyak aparat kita yang mengalah. Banyak anggota polisi yang mati di sana. Pemimpin polisi suruh menghadapi massa enggak pakai senjata, banyak aparat kita di sana jadi korban," kata Prabowo dalam dialog publik PP Muhammadiyah di UMS Surabaya, Jumat (24/11).

Prabowo berjanji akan menyelesaikan persoalan di Papua melalui pendekatan damai. Hal ini akan ia coba lakukan jika ia terpilih menjadi presiden nanti.

"Pendekatan hukum, kita tentunya ingin pendekatan yang soft (halus), sekarang pendekatan dengan penyelesaian politik yang damai," ucapnya.

Satgas Damai Cartenz sita senpi hingga bendera Bintang Kejora dari KKB di Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Foto: Dok. Istimewa

Selain itu, Prabowo berjanji jika menjadi presiden akan memberikan amnesti atau penghapusan hukum pidana.

"Silakan tutup buku, tanggalkan senjatamu, kembali ke masyarakat. Amnesti kalau perlu, tapi ini haknya presiden, saya belum presiden jadi belum amnesti, siapa tahu nanti saya bisa," terang Prabowo.

Ia mencontohkan seperti konflik di Aceh dulu yang dapat diselesaikan secara damai.

"Tapi kita sudah buktikan di Aceh, sekarang kita damai. Saya yakin kelompok teroris itu, separatis, mereka itu sedikit, kita sudah hitung kok," pungkasnya.