Prabowo: Kalau Saya Presiden, Ibu Hamil dan Anak-anak Makan Siang Gratis

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
Bacapres Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto terima dukungan dari Persaudaraan 98 di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (11/10/2023).  Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bacapres Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto terima dukungan dari Persaudaraan 98 di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (11/10/2023). Foto: Zamachsyari/kumparan

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menerima dukungan dari relawan Matahari 08 di Pilpres 2024. Deklarasi disampaikan dalam sebuah acara di Gandaria, Jakarta Selatan, Minggu (15/10) sore.

"Karena itu saya semangat, saya terima dukungan saudara-saudara, saya terima dukungan saudara, saya ingin berjuang bersama saudara-saudara, saya ingin bersama saudara, bersama kekuatan rakyat," kata Prabowo.

"Saya ingin melanjutkan pembangunan yang telah dirintis oleh Presiden Jokowi, kita harus jadi negara produsen," tambah dia.

Menteri Pertahanan ini lantas membeberkan cita-cita dirinya jika menjadi Presiden RI. Ia ingin memberikan makan siang gratis kepada ibu hamil dan anak-anak di seluruh Indonesia,

"Cita-cita saya kalau presiden, saya ingin seluruh anak Indonesia bisa makan siang dengan baik. Seluruh anak Indonesia dan ibu-ibu hamil," ucap Prabowo.

"Kita tak perlu banyak pidato, teori, kita harus lakukan itu dan saya sudah hitung dengan pakar-pakar hebat, ternyata kita mampu beri makan siang kepada semua anak Indonesia," kata dia.

Menteri Pertahanan sekaligus Bacapres 2024 Prabowo Subianto menyampaikan pidato politik pada acara Deklarasi Dukungan Partai Gelora kepada Prabowo Subianto sebagai Capres 2024 di Djakarta Theater, Jakarta, Sabtu (2/9/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Lebih jauh, Prabowo tak menampik ada orang yang mencibir rencananya. Termasuk mempertanyakan dari mana anggarannya.

Namun ia meyakini cita-citanya ini bisa diterapkan. Sebab hitung-hitungan dirinya bersama pakar sudah jelas.

"Nanti ada yang bertanya apa mungkin? Pasti selalu ada, di seluruh dunia ada orang yang tidak berani berpikir, apalagi bertindak. Apa mungkin? Banyak negara sudah lakukan, ada yang lebih di bawah kita ekonominya, itu akan kita lakukan, mari berjuang bersama menerima mandat dari rakyat," tutup dia.