Prabowo: Kalau Tak Bisa Bantu, Jangan Kita Bikin Sulit Orang
·waktu baca 2 menit

Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah program pemerintah dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10).
Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Sekolah Rakyat, yang dirancang untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan gratis bagi masyarakat miskin di desil 1 dan desil 2.
“Memang Sekolah Rakyat itu kita rancang sebagai upaya untuk memotong rantai kemiskinan. Biasanya anak orang miskin, anaknya miskin, kita mau potong itu,” ujar Prabowo.
Ia menjelaskan, program Sekolah Rakyat merupakan bentuk ikhtiar pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan secara berkelanjutan.
“Apakah ini (Sekolah Rakyat) cukup? Usaha? Pasti tidak cukup, tapi minimal kita berusaha, minimal kita berupaya,” katanya.
Prabowo menyampaikan pesan moral agar masyarakat ikut berperan aktif dalam membantu sesama, sekecil apa pun kontribusinya.
“Kalau tidak bisa membantu banyak orang kita bantu beberapa orang, kalau tidak bisa bantu berapa orang kita bantu satu orang, kalau satu orang pun tidak bisa kita bantu jangan kita bikin sulit orang itu. Ini pendekatan yang paling sederhana,” ungkapnya.
Prabowo optimistis Sekolah Rakyat akan membuka akses pendidikan bagi keluarga miskin dan memutus siklus kemiskinan antar-generasi.
“Insyaallah saya percaya akan berdiri 500 sekolah ini, saya percaya itu berarti kita akan membantu 500 ribu keluarga miskin, keluarga sangat miskin karena konsep Sekolah Rakyat ini satu sekolah 1.000 siswa SD, SMP, SMAS/SMK,” tutupnya.
