Prabowo ke Kejagung-Polri: Jangan Cari Perkara ke Orang Kecil, Jahat Itu, Zalim
·waktu baca 2 menit

Presiden Prabowo Subianto kembali mengingatkan Kejaksaan Agung dan Polri untuk menegakkan hukum dengan benar. Jangan sampai mereka justru mencari-cari, mengkriminalisasi, apalagi terhadap rakyat kecil.
"Kita tidak ingin cari masalah, saya ingatkan terus kejaksaan, kepolisian jangan kriminalisasi sesuatu yang tidak ada, untuk motivasi apa pun," ujar Prabowo di sela penyerahan uang sitaan Rp 13,2 triliun dari kasus CPO di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (20/10).
"Jangan cari perkara, apalagi terhadap orang kecil. Orang kecil, orang lemah itu hidupnya sudah sangat lemah, jangan diperberat oleh mencari-cari hal yang tidak perlu dicari," kata Prabowo.
Prabowo menilai perlu mengingatkan hal ini karena Kejagung dan Polri merupakan lembaga yang harus juga mengoreksi kerja internal mereka.
Prabowo lalu mengungkapkan sejumlah kasus sebagai contoh. Ada anak yang mencuri ayam lalu ditangkap. Ada pula ibu-ibu yang mencuri pohon juga ditangkap.
"Saya ingat benar itu. Ini tidak masuk di akal. Hakim, jaksa, ada apa ngejar, Anda pasti ingat peristiwa itu. Penegak hukum harus punya hati. Jangan istilahnya tumpul ke atas, tajam ke bawah," kata Prabowo.
"Itu zalim, ankara murka, jahat, orang kecil, lemah, harus dibela, dibantu. Kalau perlu di hakim, jaksa, si polisi pakai uangnya sendiri ganti ayamnya, anaknya dibantu. Anaknya saya ingat saya panggil ke Hambalang, saya kasih beasiswa," ujar Prabowo.
Prabowo berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi. Apalagi, setiap warga kini sudah bisa lapor langsung ke Presiden dengan bantuan teknologi.
"Saya harus bereaksi karena itu rakyat kita, rakyat saya, saya harus membela mereka, saudara saudara harus membantu saya membela yang lemah," ucap dia.
Penyerahan uang sitaan Rp 13,2 triliun ini merupakan tindak lanjut dari putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang menganulir vonis lepas terhadap tiga terdakwa dalam kasus korupsi ekspor CPO oleh korporasi, yakni Permata Hijau Group, Wilmar Group, dan Musim Mas Group.
Hadir dalam kegiatan tersebut Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah, serta Setkab Letkol Teddy.
