Prabowo: Keputusan Jokowi Tak Lockdown Keras yang Memungkinkan Kita Selamat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto, Minggu (28/3) melaksanakan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Jepang H.E. Nobuo Kishi, di Tokyo, Jepang.  Foto: Dok. Kemenhan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto, Minggu (28/3) melaksanakan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Jepang H.E. Nobuo Kishi, di Tokyo, Jepang. Foto: Dok. Kemenhan

Presiden Jokowi menggelar pertemuan dengan para pimpinan parpol koalisi pada Rabu (25/8) lalu. Hadir di antaranya Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketum Golkar Airlangga Hartarto.

Dalam pertemuan itu, Jokowi berbicara strategi ekonomi saat pandemi dengan tetap memainkan gas dan rem. Prabowo mengapresiasi strategi ekonomi Jokowi tersebut.

"Kita cukup baik dibandingkan dengan banyak negara lain," kata Prabowo dalam pertemuan yang diunggah akun YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu (28/5).

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memeluk calon presiden nomor urut 01 Jokowi saat acara Deklarasi Pemilu Damai, Jakarta, Minggu (23/9). Foto: AFP/Adek Berry

Prabowo menilai, strategi gas rem itu membuat ekonomi Indonesia masih selamat dibanding negara lain. Ia membandingkan dengan negara-negara yang menerapkan lockdown ketat, justru mengalami tekanan ekonomi yang cukup dalam.

"Itu juga berhubungan keputusan Bapak untuk tidak lockdown keras, inilah yang memungkinkan kita bisa selamat. Negara lain yang lockdown keras malah mengalami kesulitan," ucapnya.

"Jadi kita boleh bangga bahwa prestasi kita baik. Saya bangga bagian dari pemerintahan ini, dan kita enggak usah ragu-ragu, Pak," tutupnya.