Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Prabowo Makan Siang dengan JK, Bahas Gabah hingga Stok Pangan Jelang Ramadan
4 Februari 2025 17:22 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Presiden RI Prabowo Subianto makan siang bersama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK), di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/2). Makan siang itu sekaligus membahas berbagai isu strategis.
ADVERTISEMENT
Kedatangan JK di Istana siang itu disambut langsung oleh Prabowo.
“Habis makan baru kita bicara serius,” kata Prabowo mengawali pertemuan itu.
Adapun, setelah pertemuan berlangsung Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang juga turut hadir dalam momen makan siang itu menyatakan bahwa pertemuan antara Prabowo dengan JK guna saling bertukar pikiran dan ide soal berbagai hal.
Salah satunya bagaimana penyerapan gabah yang baik dan benar untuk bangsa dan negara.
“Ya Pak JK memberi masukan, karena beliau banyak pengalaman, memberi masukan bagaimana ke depan. Bagaimana serap gabah, bagaimana dulu revolusi hijau, bagaimana Bimas memberi masukan dan itu adalah masukan yang baik untuk kami,” tutur Amran ke awak media.
Lebih lanjut, Amran juga memaparkan bahwa kedua tokoh membahas soal isu pangan jelang bulan Ramadan yang akan berlangsung bulan depan agar dapat terjaga.
ADVERTISEMENT
“Yang kedua adalah persiapan menghadapi Ramadan. Kita menjaga agar pasokan pangan, minyak goreng, kemudian daging, beras Insya Allah aman, stok kita banyak, ada 2 juta ton di bulog, ini kita siapkan. Kami yakin menghadapi bulan suci Ramadan nanti, kami yakin pangan relatif stabil,” lanjut Amran.
Turut mendampingi makan siang bersama Jusuf Kalla ini di antaranya Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.